Senin, 22 April 2013

Sunset Bersama Rosie : Cinta adalah Persahabatan




Title : Sunset Besama Rosie
Author : Tere Liye
Publisher : Republika
Pages ; 425 





“Dan kelak kau akan menyadari, dua puluh tahun dari sekarang kau akan lebih menyesal atas apa – apa yang tidak pernah kau kerjakan dibandingkan atas apa – apa yang kau kerjakan”

Dalam novel ini, penulis Tere liye dengan sangat berhasil sekali membawa pembacanya ke dalam bentuk pemahaman baru tentang arti kesempatan, perasaan serta cinta?

         Sebenarnya, apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang berdebu, begitu – begitu saja, tidak istimewa. Malah lucu serta gemas saat dikenang.

Sebenarnya, apakah pengorbanan memiliki harga dan batasan? Atau Priceless, tidak terbeli dengan uang, karena kita lakukan hanya untuk sesuatu yang amat spesial diwaktu yang juga spesial? Atau boleh jadi gratis. Karena kita lakukan saja dan selalu menyenangkan untuk dilakukan berkali – kali.

Sebenarnya, apakah itu arti ”kesempatan”? Apakah itu makna ”keputusan”? Bagaimana mungkin kita terkadang menyesal karena sebuah ”keputusan” atas sepucuk ”kesempatan”? Sebenarnya, siapakah yang selalu pantas kita sayangi?

Pertanyaan – pertanyaan diatas tidaklah memerlukan jawaban langsung dari lisan kita, karena justru waktu dan reaksi kita terhadap pertanyaan – pertanyaan itu jauh lebih bisa menjelaskan. Ya, waktu.. Kita akan mendapati sebuah pemahaman baru terhadap arti waktu ketika kita terbawa oleh jalan cerita novel ini, seperti yang selalu menjadi sebuah keyakinan dari tokoh utama novel ini, Tegar. Ia selalu menegaskan keyakinannya akan makna waktu:    
Bagiku waktu selalu pagi, diantara potongan dua puluh empat jam dalam sehari, bagiku pagi adalah waktu yang paling indah. Ketika janji – janji baru muncul seiring embun menggelayut diujung dedaunan. Ketika harapan – harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan. Pagi, berarti satu hari yang melelahkan terlampau lagi. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi – mimpi yang menyesakkan terlewati lagi; malam – malam panjang, gerakan tubuh bresah, kerinduan, dan helaan napas tertahan.

       Tegar begitu meyakini keajaiban pagi, pagi baginya merupakan sebuah harapan baru yang muncul seiring dengan hangatnya sinar matahari yang mulai memeluk bumi, pagi baginya adalah kanvas putih yang dianugrahkan Tuhan untuk dilukis, dihias sesuai apa yang diinginkan, Pagi baginya merupakan waktu ampuh untuk melawan kenyataan yang begitu teramat menyesakkan, begitu menyakitkan, ketika rasa yang bertahun – tahun lamanya tumbuh harus berguguran hanya dalam hitungan waktu singkat.

          Ia pernah begitu menyesal ketika ia tidak bisa berbuat apa – apa atas apa yang seharusnya ia perbuat, atas apa yang seharusnya ia perjuangkan. Rosie yang begitu ia inginkan. Yang telah ia kenal sedari kanak – kanak, mereka tumbuh bersama, bermain bersama sampai pada akhirnya ada sebuah rasa yang tumbuh dalam hatinya, sebuah rasa spesial yang membuatnya sadar bahwa: ia mencintai Rosie.

         Ia putus asa, ia mencoba mencari sebuah pelarian atas sebuah kesempatan yang pernah ia sia – sia kan , ia meratapi sedih atas kesempatan yang ia lewatkan. Namun disini, tere liye seolah ingin mengatkan kepada pembaca bahwa justru: kita akan lebih menyesal atas apa – apa yang tidak pernah kita kerjakan dibandingkan atas apa – apa yang kita kerjakan. Tegar telah merasakan bagaiman ia begitu menyesal telah menyia-nyiakan sebuah kesempatan, namun bukan berarti kesempatan tidak akan pernah terulang, yah kita selalu mempunyai kesempatan untuk memperbaiki diri dengan berbagai kesempatan baru yang selalu di anugrahkan Tuhan kepada kita, namun kesempatan dalam artian dan pengertian yang berbeda dari yang kita harapkan sebelumnya.

      Kisah ini mengajarkan kita bahwa kita selalu mempunyai kesempatan jika kita benar – benar meyakininya, sebagaimana mawar yang dapat tumbuh ditegarnya karang, jika kau menghendakinya tumbuh!

Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler (1)

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana cara kontrol dan akuisisi data menggunakan mikrokontroler. Bagi teman - teman yang baru mengenal mikrokontroler bisa membaca tulisan ini: Belajar Mikrokontroler ATMEGA 8535 dan contoh program mikrokontroler sederhana.      

Setelah sekian lama tidak mengupdate blog ini, tidak membuat tulisanyang berkaitan dengan dunia kelistrikan, banyak alasan kenapa sudah lama ga bisa update tulisan mengenai dunia kelistrikan, pertama: Karena rutinitas kerja yang membunuh kreatifitas, dan yang kedua karena memang turunnya kuantitas waktu dalam meng-upgrade diri dalam dunia kelistrikan, kontrol maupun elektronika.

Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler
Contoh tampilan Human Machine Interface yang akan kita buat menggunakan visual basic dengan controller berupa mikrokontroler Atmega 8535. source: www.softwaretoolbox.com 
 

Kembali ke topik pembahasan kita yaitu cara kontrol dan akuisisi data menggunakan mikrokontroler. Alasan kenapa saya membahas topik ini ialah setelah sekian lama menghilang dari dunia control, design dan automation.

Baca juga:
Memprogram ADC mikrokontroler ATmega 8535 dengan Codevision AVR
Belajar PLC untuk pemula

Ttiba – tiba saya dihubungi teman yang meminta bantuan untuk tugas akhirnya (skripsi), skripsinya berkaitan dengan dunia kontrol yaitu membuat sebuah prototipe alat pengontrol dan monitoring suhu untuk tanaman.

Sebenarnya saya tidak menyanggupi karena kesibukan dan keterbatasan waktu takutnya tidak bisa menyelesaikan proyek ini, namun karena niat ingin membantu teman yang ingin menyelesaikan tugas akhirnya dan sekalian bernostalgia dengan dunia yang saya senangi, akhirnya saya terima tantangan ini.  

Untuk ini pada tulisan ini, akan dibagi menjadi 3 langkah cara kontrol dan akuisisi data suhu menggunakan mikrokontroler.

1. Perancangan Sistem Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler

Disini, karena memang alatnya masih dalam proses pembuatan / pengerjaan maka akan saya jelaskan secara umum sistem kerja dari alat ini, alat ini menggunakan mikrokontroler AVR Atmega 8535 sebagai controller utam.

Dengan input berupa 4 buah sensor suhu LM 35, dan output berupa rangkaian kontrol Motor induksi yang digunakan sebagai pompa yang  menyiramkan air untuk menjaga kestabilan suhu ditambah lagi alat terhubung dengan pc / laptop (interfacing)  yang memungkinkan kita bisa memonitoring suhu ruangan secara real –time.

Selain itu, dengan alat  ini kita juga dapat mengambil atau mengakuisisi data suhu tersebut, jadi dapat dikatakan sistem ini sudah mendekati sistem SCADA (supervisory Control And Data Aquitition).

 
Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler
Blok Diagram
 Sebagai diagram blog kontrolnya dapat kita sederhanakan menjadi seperti berikut:

Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler
Diagram blok kontrol / pengendalian Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler


      Jadi secara umum sistem ini menggunakan mikrokontroler sebagai controller utamanya yang kemudian akan berkomunikasi dengan PC / laptop dengan Visual Basic sebagai software interfacing dan HMI nya serta port serial sebagai jalur komunikasinya.

 

2. Perancangan Hardware Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler

Sesuai dengan sistem cara kerja alat yang kita rancang. Maka kita memerlukan untuk menghubungkan komponen - komponen yang sudah disiapkan ke dalam peralatan.

Kita hubungkan input mikrokontroler ke sensor yang kita gunakan dalam hal ini kita menggunakan sensor suhu LM 35.

Perancangan hardware cara kontrol dan akuisisi data suhu menggunakan mikrokontroler. picture source: cdn.instructables.com

Lalu kita hubungkan output mikrokontroler dengan relay. Relay ini nanti akan kita manfaatkan kontak bantunya dengan menghubungkan kontak bantu relay dengan motor induksi yang akan menggerakkan pompa.

Sebagai jalur komunikasi antara mikrokontroler dan komputer / laptop. Kita menggunkan komunikasi serial. Kita memerlukan membuat rangkaian converter serial yaitu menggunakan IC max 232. Sehingga mikrokontroler ATMEGA 8535 dapat berkomunikasi dengan komputer.
 

3. Perancangan Software Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler

Setelah perancangan hardware kita lakukan. Kita lanjutkan ke proses selanjutnya yaitu perancangan software atau perancangan program.

Pada perancangan program ini, akan dibagi menjadi 2 langkah: yaitu perancangan program mikrokontroler dan yang kedua perancangan program untuk Human Machine Interface (HMI) dalam hal ini kita menggunakan visual basic.

- Perancangan program mikrokontroler

Setalah input dan output telah terhubung dengan mikrokontroler. Kita perlu memprogram mikrokontroler agar dapat menjalankan perintah sesuai dengan yang kita inginkan.

Saya menggunakan compiler Bascom AVR yang berbasis bahasa basic, teman - teman pembaca dapat menggunakan compiler lain sesuai dengan dasar bahasa pemroggraman yang dikuasai. Misal codevision AVR yang berbasis bahasa C.

Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler
Tampilan program basic compiler (bascom AVR) yang akan kita gunakan untuk memprogram kontrol suhu dan akuisisi data mikrokontroler. pict source: https://ru.wikipedia.org/wiki/Bascom-avr

Kita rancang program, dimana nilai suhu dari sensor LM 35 akan dibaca oleh mikrokokntroler dan nilai tersebut akan dikirim ke PC melalui komunikasi serial.

Selain itu kita juga program agar jika nilai suhu yang terbaca oleh sensor melebihi setpoint maka output mikrokontroler akan mengaktifkan relay dan pompa berjalan.

- Perancangan program visual basic 

Setalah memprogram mikrokontroler, kita perlu membuat Human machine interface (HMI) agar komputer / laptop dapat menampilkan nilai yang diberikan oleh mikrokontroler melalui komunikasi serial.

Dalam kesempatan kali ini saya menggunakan visual basic, teman - teman bisa menggunakan visual C atau Delphi sesuai selera masing - masing.

Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler
Tampilan program visual basic

Pada program visual basic ini, kita akan merancang sebuah tampilan nilai suhu per menit (akuisisi data). Sehingga kita dapat melakukan trending kenaikan ataupun penurunan suhu yang terjadi.


      Sekian dulu teman sebagai pembuka untuk penjelasan yang lebih teknis yaitu berupa rangkaian serta programnya akan saya tulis dibagian kedua tetap dalam seri cara kontrol dan akuisisi data suhu menggunakan mikrokontroler.