Jumat, 11 Juni 2010

Hukum Ohm

Bagi para pelajar, mahasiswa ataupun para hobby elektronika pasti tau dengan hukum yang satu ini,kalau belum, kudu tau..
Pada tahun 1826, seorang ahli fisika berkembangsaan Jerman bernama Georg Simon Ohm menyelidiki hubungan antara kesebandingan V dan I. Ohm melakukan percobaan dengan membentuk suatu rangkaian listrik dan dilengkapi dengan berbagai komponen listrik.

Grafik tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara V dan I berbentuk sebuah garis lurus yang condong ke kanan atas melalui titik asalnya. Jika kemiringan grafik ini disebut hambatan (diberi lambang R), makia hubungan antara tegangan V dan kuat arus I dapat dinyatakan dalam rumus :
V = I . R
R = hambatan (Ω)
I = kuat arus (I)
V = Tegangan (V)
Untuk lebih memudahkan kita dalam memahami hukum Ohm ini coba kita perhatikan rangkaian berikut:



Terlihat bahwa rangkaian di atas memiliki V= 9 Volt, R=1 kilo Ohm, maka arus = V/R = 9/1000=9mAmpere. Kalau kita ganti nilai R menjadi lebih besar ataupun lebih kecil maka kita akan dapat menarik kesimpulan bahwa arus yang dihasilkan akan lebih besar jika nilai resistansi pada rangkaian semakin kecil begitu pula sebaliknya dengan asumsi bahwa nilai tegangan tetep.
Selamat belajar…
Salam santun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar...

Cari Artikel dan Tulisan
review http://all-thewin.blogspot.com/ on alexa.com Science Blogs Page Rank blogging tips

Berlangganan Artikel

Masukkan Email anda untuk berlangganan artikel terbaru:

Mari Berteman