Senin, 23 Desember 2013

First Experience: Puncak Gunung Gede Pangrango



“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”
(Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran)

Entah apakah setelah membaca inspirasi dari Soe hok gie atau pengalaman Doni Dhirgantoro dalam 5 cm, saya ingin sekali melakukan petualangan untuk menjelajahi puncak gunung, mengenal Indonesia dari dekat, kalaulah boleh meminjam istilah Gie.

Dan tiba – tiba tawaran itu datang, dari seorang sahabat, lalu dengan yakinnya, tanpa pengalaman sedikitpun yang saya punya sebelumnya, dan berbagai keterbatasan waktu, dana dan lainnya, saya langsung mengiyakan ajakan tersebut, mungkin juga kata iya itu keluar karena lagi – lagi terinspirasi dari film Gie, Gie yang memutuskan untuk naik gunung ketika sedang patah hati.

Lalu, persiapan demi persiapan dilakukan, mencari pinjaman sleeping bag, matras, jaket tebal, topi kupluk dan kesemua perlengkapan itu hasil dari pinjeman dari teman – teman, dan tak lupa mencari tiket promo termurah yang ada untuk meminimalisir pengeluaran perjalanan nantinya.

Dan dengan segala macam persiapan yang telah dilakukan, sekitar jam 9 malam bertolak dari setiabudi Jakarta, kita berangkat menuju Sukabumi untuk memulai petualangan, jam 2 malam tiba di dasar kaki gunung gede, dengan kondisi cuaca yang dibawah normal tentunya, dapat teman – teman bayangkan berapa suhu udara yang membuat nafas yang keluar seperti layaknya orang yang merokok.  It was so cool.

Perjalanan dimulai esok paginya ketika matahari tersenyum cerah penuh kehangatan, dan dua hari setelah itu barulah kami dapat kembali menyaksikan kehangatan mentari karena dalam perjalanan menuju puncak gunung gede dan pangrango itu matahari seolah bersembunyi dibalik rindangnya pepohonan dan gumpulan awan yang nampak mendung dan syahdu.

Perjalanan yang pada awalnya seolah berjalan lancar namun terjadi sedikit keanehan, kami tidak pernah bertemu dengan pendaki lainnya yang seharusnya banyak lalu lalang di area pendakian tersebut, ternyata untuk mencapai puncak gunung gede dan gunung pangrango, bisa dilalui dengan berbagai jalur, jalur gunung putri, jalur cibodas dan jalur sukabumi, dan sialnya jalur sukabumi yang kami pilih merupakan jalur terberat diantara ketiga jalur yang ada.

Dengan jalur yang berkelok dan tidak rata ditambah dengan hujan yang mulai turun perlahan, lalu berubah menjadi begitu derasnya membuat pendakian semakin berat, satu persatu tim yang ada mulai mengalami cedera, sehingga hampir setiap orang memikul 2 tas beban untuk membantu mengurangi beban rombongan yang mengalami cedera.

Finally, jam 5 sore kita tiba di alun – alun surya kencana, tempat dimana ketiga jalur pendakian tadi bertemu, berbeda dengan kondisi ketika pendakian tadi, di alun – alun surya kencana ini dipenuhi dengan berbagai pendaki lainnya dengan bergam latar belakang, entah kenapa kita seolah – olah sudah saling kenal padahal baru pertama kali bertemu disana. Mungkin karena rasa persaudaraan itu timbul karena sama – sama merasakan hal yang sama ketika proses pendakian. Untold story.

Perjalanan lalu dilanjutkan keesokan paginya, mengingat sore dan malam itu hujan turun dengan frekuensi yang bersenandung syahdu sampai fajar tiba. Dipagi hari perjalanan dilanjutkan dan syukur alhamdulillah setelah dua jam perjalanan dari alun – alun surya kencana, kita berhasil menggapai puncak gunung.
 
First Experience yang penuh dengan cerita dan kenangan, dan diakhir tulisan ini saya ingin kembali meminjam puisi Gie, "Aku cinta padamu pangrango yang gelap dan sepi, karena aku cinta pada keberanian hidup"


                                                                                                              



Padang Edelweis


Peralatan Tempur


Alun - alun surya kencana

Rabu, 04 Desember 2013

Aku Ingin Kembali

Aku ingin kembali ke masa itu
Dimana yang aku pikirkan hanya impian
Hanya tentang bagaimana sesuatu aku kejar
Tanpa henti

Aku ingin kembali seperti dulu
Sebelum goresan luka itu terjadi
Sebelum perasaan menyesal menghantui
Sebelum rasa bersalah yang selalu kujumpai

Aku ingin menjadi aku yang dulu
Yang selalu tak peduli tentang masalah hati
Yang percaya, percaya akan sebuah skenario
Tentang langit, yang selalu punya skenario tersendiri

Aku ingin kembali
Kembali bercerita, bercerita tentang jejak - jejak cordova
Tentang kemegahan Hagia Sophia
Lalu bercerita tentang sisa - sisa kemegahan istana Al Hambra


Atau
Kalau memang aku tak dapat kembali

Tolong,
Ajari aku seperti Sapardi
Latih aku menjadi Rumi
Yang mampu mencintai dengan sederhana
Yang mampu mengasihi dengan santun

04/12/ 2013 05:34

Selasa, 03 Desember 2013

Yesterday

Yesterday,
I was clever
I want to change the world


Today,
I am wise
I want to change myself


(Jalaludin Rumi)


December, 3rd 2013
i'll try

Rabu, 27 November 2013

Ikhlas




Cinta tak pernah meminta untuk menanti, ia mengambil kesempatan atau mempersilahkan, yang pertama berbentuk keberanian, yang kedua berbentuk pengorbanan.

What the meaning of ikhlas?
ikhlas itu apa dan bagaimana? Pertanyaan – pertanyaan itu terus mengganjal dikepala saya setidaknya dalam satu bulan terakhir, bagaimana cara mengikhlaskan orang yang telah memutuskan pergi menjauh dari kita? Bagaimana mengikhlaskan sesuatu yang telah pergi?

Apakah ikhlas itu selalu berlawanan dengan perjuangan? Apakah dengan ikhlas kita berarti tidak berjuang? Atau apakah dengan berjuang kita menjadi tidak ikhlas? Lantas, apa sebenarnya arti kata ikhlas itu? Belum lagi menemukan makna yang tepat untuk ikhlas, bagaimana pula cara mempraktekkannya?

Terkadang kita dihadapkan kepada pilihan – pilihan yang begitu sulit untuk dipilih, pilihan yang mempunyai deadline, pilihan yang mempunyai tenggat waktu, ia meminta kita untuk segera. Pada posisi inilah yang terkadang membuat pengertian ikhlas menjadi rancu, apakah ia memiliki pengertian berupa perjuangan ataukah kerelaan.

Entah kenapa ketika pertanyaan ini begitu menghantui pikiran saya, tiba – tiba pengertian itu muncul di pikiran saya bahwa ikhlas dalam bentuk apapun tidaklah memiliki pengertian yang rancu apalagi ambigu, ikhlas merupakan suatu sikap yang tegas. Pun dalam masalah perasaan, dalam masalah hati. Ikhlas memiliki pengertian yang jelas, dalam ihwal cinta, dengan ikhlas, cinta terasa begitu mulia, dengan ikhlas kita dapati suatu pengertian baru tentang cinta bahwa cinta tak pernah meminta untuk menanti, ia mengambil kesempatan atau mempersilahkan, yang pertama berbentuk keberanian, yang kedua berbentuk pengorbanan.

Lalu berkaitan dengan mereka yang memutuskan untuk menjauh dari kehidupan kita, berniat untuk menghapus kita dari kenangan yang ada cukuplah kita jadikan energi cinta yang kita punya untuk mereka menjadi energi doa, sebuah doa yang selalu mengharapkan mereka untuk mendapatkan yang terbaik. Bukankah banyak cara untuk mencinta, dan saya pikir cinta dalam bentuk ini merupakan salah satu cara yang santun dalam sebuah ketidaksiapan kita dalam mengambil kesempatan.

“Jika dia memutuskan untuk pergi menjauh, itu berarti sudah saatnya kau memulai kesempatan baru. Percayalah, jika dia memang cinta sejati kau, mau semenyakitkan apa pun, mau seberapa sulit liku yang harus dilalui, dia tetap akan bersama kau kelak, suatu saat nanti. Langit selalu punya skenario terbaik. Saat itu belum terjadi, bersabarlah. Isi hari-hari dengan kesempatan baru. Lanjutkan hidup dengan segenap perasaan riang.”

Rabu, 02 Oktober 2013

Belajar menggunakan Inverter / VFD

Sudah lama tidak meng update blog dengan tulisan - tulisan mengenai dunia elektronika dan keteknikan, dikarenakan memang sudah jarang belajar atau memperdalam ilmu elektro. Namun tiba - tiba kemarin dikantor memdapatkan project baru beupa pengosongan sebuah tanki fluida, lalu dipesanlah sebuah variable speed drive / variable frekuensi drive baru atau biasa juga disebut inverter untuk mengendalikan motor yang di couple dengan pompa pengosongan tanki fluida itu.

VFD atau Inverter yang digunakan merk Toshiba VF-FS1 40 KW, sebenarnya project ini sederhana, hanya untuk mengendalikan kecepatan putaran motor berdasarkan tinggi rendahnya level fluida pada tanki yang akan dikosongkan.


Untuk settingan pada inverter yang paling penting dilakukan pengaturan pada spesifikasi motor yang akan digunakan seperti tegangan (voltage), arus (current), daya (power), faktor daya (power faktor) serta setting set point minimum dan maksimum kecepatan motor itu sendiri.

Untuk wiring dari penggunaan inverter, motor dan alat kontrol lainnya seperti ini.




Prinsip Kerja dari VFD / Inverter

RPM = 120 f / p

Dimana:

RPM          : Speed Motor (RPM)

F               : Frekuensi (Hz)

P              : Kutup motor (pole)

Berdasarkan rumus kecepatan diatas, ada hubungan antara frekuensi yang digunakan terhadap kecepatan yang dihasilkan, maka dari itu prinsip kerja dari VFD / Inverter adalah dengan mengatur berapa frekuensi yang diberikan ke motor.

Pada awalnya inverter / VFD mendapatkan masukan berupa tegangan kerja 440 V (3 phasa Alternating Current) dan frekuensi stabil 50 Hz, lalu tegangan AC tadi diubah menjadi tegangan DC melalui rectifier (penyearah) yang telah ter included dalam inverter, lalu tegangan DC di cacah dan dimodulasi selanjutnya diubah kembali menjadi tegangan AC dengan komponen utamanya berupa semikonduktor aktif IGBT (insulated gate bipolar transistor).

Tegangan yang telah diubah ke dalam bentuk AC oleh IGBT dan telah termodulasi ini lalu dikeluarkan sebagai output inverter untuk mengatur kecapatan motor sesuai dengan yang kita inginkan.

Inverter juga bisa dikontrol dalam mode local (keypad dan juga eksternal potensiometer) serta remote, bisa digunakan bersama controller - controller yang ada semisal PLC, karena input / output controlnya juga sama seperti PLC, Input 0 ~ 10 VDC , 4 ~ 20 mA atau dengan preset memori.

Sedikit penjelasan singkat mengenai VFD / Inverter, semoga bermanfaat

Kamis, 26 September 2013

Terima Kasih untuk senyum yang kau titipkan, kapanpun kau melakukannya

Karena kita tidak pernah tau kapan, dimana dan bagaimana keindahan sebuah hati berawal
(Anonymous)

Hati, entah logika apa yang ia gunakan, yang jelas hati mempunyai logika tersendiri yang tidak dimiliki oleh akal, kata Blaise Pascal. Tentunya kita sering merasakan dan bertanya - tanya kenapa hati kita bergejolak, terkadang rasionalisasi - rasionalisasi yang coba dijelaskan oleh akal tidak mampu untuk sekedar menjelaskan atau sekedar memberi terang.

Berawal dari ketika dipertemukan dalam suatu kelas ketika di SMA dulu, lalu tanpa pernah ada rasa spesial, kecuali kekaguman akan keteduhan paras dan eloknya tingkah laku, tanpa ada niat untuk menimbulkan rasa yang lebih jauh, mungkin dengan suatu alasan, she is too good for me. 

Tanpa pernah dibayangkan, kejadian - kejadian ketika di sekolah dulu, pulang bersama, pergi berdua, dan segala macam momen yang dilakukan bersama menjadi suatu yang terasa istimewa dikemudian hari. Benarlah mungkin apa yang sering diucapkan orang bijak terdahulu: akan selalu ada kebetulan - kebetulan yang sederhana...

Lalu sang waktu memberikan penjelasannya dengan caranya sendiri,  entah memang karena tidak pernah ada rasa yang spesial di masa itu, lalu semua menguap, hari, bulan dan tahun berganti namun secara tiba - tiba, lagi - lagi sebuah kebetulan yang sederhana kembali memainkan perannya, kita bertemu lagi. Kita bertemu lagi dengan keadaan yang berbeda. Kita bertemu lagi dengan segala beban masa lalu yang sama - sama kita hadapi. Namun ada rasa yang mulai timbul, ada perasaan yang mulai terbangun, entahlah rasa apa namanya, namun benar kata orang: Cinta datang begitu saja, tanpa satu alasan apapun yang jelas!”

Semua yang tampak mudah pada awalnya menjadi begitu rumit, entah persoalan siapa yang merasa tak terspesialkan atau siapa yang tidak menspesialkan, entahlah..

Yang jelas, perasaan yang mulai tumbuh dan berkembang ini terus terjaga (setidaknya akan selalu saya jaga) dengan sebaik mungkin, dengan sehormat mungkin karena kita memang tidak akan pernah tau kapan, dimana, darimana dan bagaimana keindahan sebuah hati berawal.

Entah apakah akan ada lagi sebuah kebetulan - kebetulan sederhana yang akan tercipta lagi yang di design oleh Dzat yang Maha membolak - balikkan hati terhadap perjalanan kisah ini.

Yang jelas ada satu hal yang ingin saya sampaikan, sebuah ucapan sederhana: 
Terima kasih atas senyum yang kau titipkan hari ini, kemarin dan kapanpun kau melakukannya....



Saat senja datang,
Apakah Bumi yang pergi meninggalkan
Atau Matahari yang mengucapkan selamat tinggal?

Saat purnama tinggi,
Apakah Bumi yang melihat pilu
Atau Rembulan yang menatap rindu

Saat hujan turun
Apakah awan yang berbagi kesejukan
Ataukah bumi merasa kesepian

Entahlah...

Rabu, 25 September 2013

Soe Hok Gie dan Romantisme-nya

Apa yang pertama kita ingat ketika mendengar nama Soe Hok Gie? seorang demonstran kah? aktivis pergerakan mahasiswa kah? tokoh humanisme kah? atau penulis? Apapun memori yang terekam dalam mengenang sosok Gie, ia merupakan manusia unik.

Namun ada satu sisi yang jarang terungkap dan dibicarakan dalam pembahasan - pembahasan mengenai sosok Soe Hok Gie, yah romantismenya? bagaimana ia mengutarakan rasa yang ia punya melalui puisi - puisinya, entah kepada siapa puisi - puisi itu tertuju, namun puisi puisi yang ia buat begitu mengalir dalam menguraikan cintanya, perasaannya.

Dalam puisi pangrango, misalnya ia mengutarakan: walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna, aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan. dilain puisi ia katakan: kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta.




 
MANDALAWANGI – PANGRANGO
Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu

walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
‘terimalah dan hadapilah
dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu

aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup

Jakarta 19-7-1966


====================================================


SEBUAH TANYA
“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

Selasa, 1 April 1969

====================================================
ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku
bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi

ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra
tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegakklah ke langit atau awan mendung
kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa”

(Catatan Seorang Demonstran, Selasa, 11 November 1969)

Rabu, 18 September 2013

Bersyukur!

Bersyukur itu adalah menerima dengan ikhlas keadaan yang kita jalani sekarang sambil mengusahakan dengan sungguh - sungguh apa yang benar - benar kita ingin dan cita - citakan (Prof. Dr Quraish Shihab)

Dalam berbagai bentuk dan kata pepatah pepatah bijak bahwa cara untuk berbahagialah adalah dengan selalu bersyukur kepada Tuhan atas setiap kejadian ataupun keadaan yang kita alami sekarang. Jika kita terlahir dalam keadaan tidak mampu, kita bersyukur. Ketika kita mendapatkan sesuatu kita bersyukur, kita diajaari untuk selalu melihat kebawah bahwa ternyata masih banyak orang - orang lain yang lebih susah daripada kita, untuk itu kita diajarkan untuk selalu bersyukur. Maka kita kita akan berlapang hati dan berbahagia.

Menurut saya tidak ada yang salah dengan sikap hidup semacam ini karena dengan sikap hidup seperti ini juga dapat turut merasakan keadaan orang - orang yang kurang beruntung dibandingkan kita. Namun ada sedikit pertanyaan yang akhir - akhir ini selalu menggoda saya untuk bertanya - tanya kembali. Apakah syukur itu merupakan kata kerja yang sifatnya pasif, seolah setelah ber ikhtiar dengan usaha kita lalu ber tawakal dan mendapatkan hasil, apapun hasil yang didapatkan apakah sesuai atau tiddak terhadap apa yang kita inginkan, maka syukur (dengan pengertian diatas) adalah sikap akhir agar kita dapat mencapai bahagia.

Menurut saya pengertian syukur sebagai sebuah kata kerja pasif itu harus kita sedikit perbaiki bukan berarti mencoba untuk menjadi orang yang tidak bersyukur namun saya lebih setuju terhadap apa yang dijelaskan oleh Prof. Dr Quraish Shihab yang mengatakan bahwa "Bersyukur itu adalah menerima dengan ikhlas keadaan yang kita jalani sekarang sambil mengusahakan dengan sungguh - sungguh apa yang benar - benar kita ingin dan cita - citakan". Dengan pengertian syukur semacam ini maka syukur sebagai sikap hidup akan tersa lebih aktif artinya manusia sebagai mahluk kreatif tetap disuruh untuk berusaha semampu dan semaksimal yang ia bisa namun tanpa harus merasa bahwa "ini yang sudah diberikan Tuhan atas usaha saya, maka saya rasa itu yang terbaik". 

Syukur sebagai sikap hidup yang terus berupaya untuk terus menerus mengejar apa yang kita cita - citakan akan membuat hidup menjadi lebih variatif dan bermakna. Bayangkan jika kita menoleh pada sejarah: Nabi Muhammad dalam periode Mekkah selama hampir 13 tahun mendapatkan pengikut yang kurang dari 100 orang, kalaulah syukur dalam arti kerja pasif maka mungkin Nabi Muhammad akan tetap melanjutkan periode dakwah nya di Mekkah, Namun Nabi mengusahakan yang lebih baik lagi, ia mencoba keluar dari Mekkah lalu Hijrah ke Madinah dengan niat mendapatkan yang lebih baik lagi". Jelaslah bahwa syukur yang dianjurkan oleh Nabi merupakan sikap aktif untuk selalu berusaha mengejar apa yang kita inginkan.
 
Semoga "syukur" dapat kita jadikan sebagai sebuah sikap hidup yang membuat kita untuk selalu merasa bahwa Tuhan telah memberikan yang terbaik buat kita jalani "sekarang" dan terus menerus membuat kita untuk selalu mengupayakan untuk meraih apa yang kita cita - citakan di masa yang akan datang.
Jika kita dapat mendapatkan yang terbaik kenapa harus puas dengan yang cukup?

Selasa, 17 September 2013

Blogpreneur

Kaum muda adalah mereka yang mampu memimpikan sesuatu yang tidak dimimpikan oleh siapapun
(Jhon F Kennedy)

Kreatif! itulah kata yang selalu mengawali setiap perubahan - perubahan yang terjadi dibelahan dunia manapun, sejarah mencatat bahwa penemuan - penemuan besar yang terjadi selalu diawali oleh kreatifitas sang penemu. Einstein, Bethoven, Leonardo Da Vinci merupakan sedikit dari mereka yang out of the box dalam berfikir dan berkarya.





Sekarang, Indonesia mulai menyadari dan bergerak ke arah pengembangan - pengembangan kreatifitas, pemuda - pemuda Indonesia sudah banyak yang memilih menciptakan lapangan pekerjaan (Enterpreneur) sebagai cita - cita. Lalu mulai bermunculan banyak istilah baru yang mengikuti arus perubahan itu, mulai dari Technopreneur dan sebagainya.

Kalaulah istilah - istilah itu dapat diartikan sebagai suatu bentuk usaha kreatif yang dikembangkan yang bernilai ekonomis maka dapatlah juga kita setidaknya pengguna internet yang "suka" menulis blog entah dapat disebut dengan istilah "blogger" atau tidak, dapat membuat istilah baru yaitu "blogpreneur".

Karena dari kegiatan blogging entah kita sadari atau tidak dapat menghasilkan nilai jual (monitezing) jika kita lakukan dengan serius. Begitu banyak cara - cara mendapatkan penghasilan (tambahan) melalui blog. Setidaknya disini ada beberapa hal yang dapat dicoba bagi kita yang pada awalnya membuat blog untuk sekedar hobby.

1. Online Bussiness

Blog dapat dijadikan sebagai toko yang dapat menjual berbagai macam barang dagangan yang kita punya, meskipun sekarang tanpa blog kita dapat menawarkan barang dagangan kita melului situs - situs jual beli seperti Berniaga, Toko bagus, FJB kaskus, dan sebagainya. Namun jika kita mempunyai blog khusus untuk menjual barang dagangan kita, maka cenderung pembeli lebih akan mempercayai jenis online shop yang seperti ini.





2. Penawaran jasa

Hampir sama bentuknya dengan Online Bussinees, namun disini yang dijual adalah jasa, bagi anda yang pandai menjahit bisa tawarkan hasil buatan anda, bagi anda yang pandai dalam reparasi barang elektronik, membuat website, dan banyak lagi jenis keahlian lainnya dapat mempromosikan keahlian yang anda punya karena tidak menutup kemungkinan banyak orang - orang di luar sana yang membutuhkan bantuan dari keahlian yang anda punya.

3. Advertising

Dunia Advertising sekarang bukan hanya didominasi oleh media cetak atau televisi lagi tapi juga dari media online, pernahkah temen - temen bayangkan darimana Kaskus, Berniaga, Toko bagus, dll memperoleh keuntungan . Ya jawabnya melalui dunia advertising. Coba temen - temen buka situs - situs tersebut dan perhatikan berapa banyak iklan yang tayang disitus tersebut.

4. Google Adsense

Sebenarnya point nomor 4 ini merupakan bagian dari point nomor 3 yaitu advertising, namun saya ingin membahas google adsense secara khsusus. google adsense merupakan salah satu layanan yang disediakan google khsusus untuk dunia advertising, sehingga setiap jenis iklan yang ingin tampil akan diatur penanyangannya oleh google, nah google akan menseleksi setiap website dan blog yang memang mempunyai hubungan / relevansi dengan iklan tersebut. lalu google akan membagi keuntungan yang  google peroleh dari pengiklanan tersebut.

Misalnya blog anda memuat khusus tempat - tempat wisata yang ada di Indonesia maka google akan menayangkan iklan yang berkaitan dengan dunia kepariwisataan seperti informasi hotel / penginapan dan sebagainya, menarik bukan! Namun sebelumnya, blog anda harus mendaftar dulu program google adsense (dan blog yang mendaftar diseleksi dulu oleh google apakah layak diterima atau tidak).

5.  Blog Competition

Salah satu cara lain untuk memperoleh keuntungan melalui blog adalah mengikuti blog competition. Dimana berbagai macam lomba mulai dari menulis, SEO (search Engine optimization) sampai dengan resensi buku sangat sering diadakan. Bagi temen - temen yang mempunyai hobby, keahlian dan minat dibidang itu kenapa tidak dikembangkan dengan mengikuti blog competition.


Kegiatan menulis di blog yang awalnya sebatas hobby ternyata dapat juga menghasilkan tambahan rezeki, yang halal tentunya. Be Creative and Creatiave Wanna be!

Senin, 16 September 2013

Perawatan Motor Listrik

Dalam berbagai kegiatan industri yang tentunya penuh dengan proses - proses yang ada, motor listrik merupakan salah satu equipment atau peralatan yang banyak digunakan untuk menunjang berbagai proses tersebut. biasanya motor listrik digunakan sebagai pemutar pompa, blower, atau juga compressor.

Motor listrik digunakan karena memang sangat mudah untuk digunakan dan dikombinasikan dengan peralatan lainnya semisal pompa, fan atau compressor. Namun dibalik kemudahan keguanaannya itu motor listrik juga memerlukan peralatan agar tetap dapat dijalankan dengan baik dan memiliki ketahanan yang lama.

Motor listrik mempunyai karakteristik masing - masing yang khas tentunya sesuai pabrikasi masing - masing. kita dapat melihat detail karakteristik tersebut dari nameplate yang ada, yang digunakan untuk perawatan selama menjalankan motor listrik tersebut antara lain tegangan kerja, arus kerja, insulation class, power factor, frame, dll.


Gambar Kontruksi Motor


Lalu apa yang kita perlu lakukan sebagai user untuk dapat menjaga agar equipment ini dapat terus bekerja secara normal, saya membaginya dalam 2 (dua) hal; pertama preventif maintenence dan repairation.

Preventif maintenence

Jenis perawatan ini diperlukan selama motor listrik masih berjalan artinya masih difungsikan baik sebagai penggerak pompa, fan atau juga compressor. ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk me monitor keadaan motor listrik kita.

1. Current Check
 Ketika motor dalam keadaan berjalan kita dapat me monitor keadaan motor dengan melakukan pengecekan atas arus listrik yang bekerja pada motor.  Pastikan arus listrik yang bekerja pada motor masih dibawah arus maksimal yang tertera pada nameplate motor. atau juga kita dapat melakukan perhitungan:

I max = P / V . cos phi . 1.73

Jika arus kerja motor masih dibawah arus max yang tertera pada nameplate atau hasil perhitungan maka motor masih dalam keadaan baik

2. Insulation resistance Check
Jika motor dalam keadaan mati (standby) kita dapat melakukakan pengecekan berapa tahanan isolasi yang ada pada motor sekarang dengan menggunakan insulation tester atau lebih dikenal dengan megger. Ukur tahanan isolasi tiap phasa terhadap ground jika tahanan isolasinya lebih dari 5 Mega Ohm artinya motor dalam keadaan baik karena jika lebih kecil dari 1 mega Ohm artinya keadaan lilitan terhadap ground lembab dan bisa mengakibatkan short ciruit ketika motor dijalankan.

peramatan motor listrik 
Gambar. Megger

3. Temperature Check
Pada nameplate motor selalu tertera insulation class yang menerangkan tentang ketahanan isolasi motor terhadap suhu kerja. Pengecekan ini bisa kita lakukan dengan visual check atau akan lebih akurat jika kita menggunakan temperature gun. pengecekan suhu ini dilakukan untuk memastikan agar motor tidak mengalami overheating saat dijalankan.

Repairation

lalu langkah apa yang dapat kita lakukan jika terjadi kerusakan terhadap motor artinya motor tersebut mati total dan tidak dapat dijalankan. Pada dasarnya sesuai dengan prinsip kerja motor bahwa gerakan pada motor dihasilkan dari induksi elektromagnetik yang terjadi sehingga jika tidak terjadi putaran hal pertama yang perku kita periksa adalah apakah lilitan pada motor yang menghasilkan induksi elektromagnetik itu dalam kondisi baik atau tidak.

Senin, 09 September 2013

#Dialog

Berkata malam kepada Bulan
"Wahai Bulan kenapa engkau tak seterang matahari"
"Aku bahkan tak bercahaya
Aku hanya memantulkan semua cahaya yang aku terima
Aku hanya ingin berbagi terang", jawab bulan lirih


Berkata Angin kepada daun yang gugur
"Duhai daun, adakah kau membenciku karena menerbangkanmu"
"Tidak", jawab daun
"Aku mengikhlaskan diriku jatuh"
Tak melawan, mengikhlaska semua


Berkata Gelap kepada cahaya lilin kecil itu
"kenapa engkau membakar dirimu sendiri
untuk mereka"
"Aku mengikhlaskan semuanya
Aku tak ingin ada yang mengutuki kegelapan", terang lilin kecil itu


Berkata hati kepada tuannya
Tapi dalam sebuah logika bahkan yang tak dimengerti oleh akal
Sudahlah..

Sabtu, 20 Juli 2013

Cinta itu Keindahan yang Sederhana

“Kalau memang terlihat rumit lupakanlah. Itu jelas bukan cinta sejati kita. Cinta sejati selalu sederhana. Pengorbanan yang sederhana kesetiaan yang tak menuntut apapun dan keindahan yang apa adanya.” (Darwis Tere Liye)

Terkadang berasumsi dengan perasaan membuat kita menjadi gelisah, was - was, tidak tenang, dan segala perasaan ganjil lainnya yang sama sekali tak mengenakkan. ah.. itulah sekelumit perasaan, entah apa namanya, empati mungkin atau simpati atau bahkan cinta. Namun bukankah cinta itu begitu sederhana seperti yang pernah dikatakan oleh Rumi : "Aku mencintai dengan cara yang sederhana seperti matahari yang mencintai titah Tuhannya". Lalu kenapa ditangan kita perasaan ini menjadi begitu rumit, begitu sulit dipahami, entah...

Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka dilanda perasaan cinta, maka setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaanya. entahlah...

Apa sebenarnya definisi dari cinta, entahlah kita sama - sama tidak mengetahui, logika yang ia punya sulit dimengerti oleh akal, ia mempunyai logika tersendiri, sementara beberapa pakar mulai mencoba mengartikannya namun tetap saja ia tidak mempunyai pengertian, untuk sejenak saya kembali mengutip Rumi: "Ketika Cinta telah kujelaskan dan kupaparkan panjang lebar, namun ketika cinta kudatangi, aku jadi malu dengan keteranganku sendiri, kata - kata menjadi tanpa suara ketika mengatakan cinta, pena begitu tergesa - gesa dalam menuliskannya, akal terbaring lemah tak berdaya bagai keledai yang terbaring di atas lumpur, karena hanya cinta sendirilah yang mampu menjelaskan cinta dan percintaan". Diluar ketidakjelasan pengertiannya, cinta tetaplah hal sederhana yang luar biasa, karya - karya besar yang lahir di dunia ini hampir pasti disebabkan oleh cinta, lihatlah, piramida di Mesir, Taj Mahal di India, Taman Gantung Babylonia, Karya Michael Angelo di Roma Vatikan, Borobudur di Indonesia, Syair - Syair Romerus, Sajak - Sajak Rumi, itu semua dilatarbelakangi Cinta.


Cinta terkadang dipenuhi dengan kebetulan - kebetulan yang tak terduga, pertemuan yang tak terduga, yang mengalir tanpa harus di buat- buat, terus melaju tanpa harus dipaksakan sehingga benarlah mugkin sebuah ungkapan kalau memang terlihat rumit lupakanlah. Itu jelas bukan cinta sejati kita. Cinta sejati selalu sederhana. Pengorbanan yang sederhana kesetiaan yang tak menuntut apapun dan keindahan yang apa adanya

Cinta sejati selalu menemukan jalan, ada saja kebetulan - kebetulan pertemuan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas. Tidak usahlah kita gundah gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan. Bujankah, skenario dari langit itu adalah yang paling baik, jadi tak perlu lah kita gelisah, langit selalu punya skenario terbaik.

Cinta ibarat Pohon,akarnya kerendahan hati, batangnya penyerahan diri, dahannya takut krn kekaguman dan juga cinta adalah sejilid buku dalam  satu kata, samudera dalam setetes air mata, langit dalam  satu pandang dan seribu tahun dalam satu detik. Berbahagialah bagi mereka yang menemukannya, sebuah keindahan yang begitu sederhana, yah sesederhana itu...


Sabtu, 22 Juni 2013

Hei Bung, Revolusi Kita belum Selesai


Kepada Yth. Ir Soekarno
Penyambung Lidah Rakyat Indonesia


Selamat malam Bung,
Maaf aku mengganggumu, aku hanya ingin sedikit berbicara padamu.

Hei Bung, kamu masih ingat Chairil Anwar, ya sastrawan terkenal itu, iya pernah membuat puisi untukmu, aku harap kau masih mengingatnya, ah... kalau pun engkau lupa, aku tulis kembali untukmu.

Ayo ! Bung Karno Kasi Tangan Mari Kita Bikin Janji
 Aku Sudah Cukup Lama Dengan Bicaramu
 Dipanggang Diatas Apimu, Digarami Lautmu
 Dari Mulai Tgl. 17 Agustus 1945

 Aku Melangkah Ke Depan Berada Rapat Di Sisimu
 Aku Sekarang Api Aku Sekarang Laut
 Bung Karno ! Kau Dan Aku Satu Zat Satu Urat
 Di Zatmu Di Zatku Kapal-Kapal Kita Berlayar
 Di Uratmu Di Uratku Kapal-Kapal Kita Bertolak & Berlabuh
(Persetujuan Dengan Bung Karno)


Ternyata engkau punya janji, sebuah janji revolusi, dan revolusi itu belum selesai!

Dulu kau pernah menggarami kami dengan api kemerdekaan, dengan api revolusi, dalam pengadilan Belanda di Bandung, engkau meneriakkan “Indonesia Menggugat” ketika Inodnesia itu sendiri belum terlahir ke dunia ini, kau menggelegar mengkritik kolonialisme dan imperialisme terhadap Nusantara, tapi taukah sekarang Bung, kita belum sepenuhnya merdeka, kita masih terjajah, mereka masih berkuasa Bung, Mereka menanamkan modalnya yang mengakar untuk menjarah apa yang kita punya, sumber daya alam kita habis, dan kita menjadi pembantu dirumah sendiri,  Revolusi kita belum Selesai, Bung!

Kau juga pernah bicara tentang Kebhinekaan, ah... Taukah kau, setelah kepergianmu yang mengejutkan itu, Negara kita telah terjadi banyak pertumpahan darah, peristawa pengahabisan eks anggota PKI, peristiwa Malari, perseteruan antar dayak dan Madura, peristiwa Poso, dan banyak lagi.
Masih banyak yang belum mengerti arti kebhinekaan yang kau jelaskan, Pancasila seolah menjadi yatim piatu tanpa engkau, ayo Bung bantu kami, karena Revolusi kita belum selesai!

Lalu aku pernah membaca tulisanmu mengenai Islam, Agama yang sangat kau cintai.
Engkau pernah menulislkan kekagumanmu kepada Muhammad dan ajarannya yang memuliakan manusia, yang memerdekaan manusia, ya aku sangat mengagumi tulisanmu itu Bung, Engkau Lalu mengkritik tentang pemahaman islam yang direduksi / dipersempit oleh sebagian ulama, ya puncaknya ketika engkau bicara tentang “Api Islam” dan “Islam Sontoloyo”.  Aku beri tau padamu, masih segelintir orang yang memahami ruhnya islam yang menerangi, ruhnya islam yang merahmati semua alam dan masih terlalu banyak kaum – kaum “sontoloyo” yang masih berkeliaran Bung, mereka mecoba memonopoli kebenaran hanya dalam sisi mereka, ya mereka seolah yang memegang tiket sorga, mereka masih saja meneriakkan nama Tuhan sambil memukul dan membunuh, ayo Bung! Dimana engkau sekarang, mana Tulisan – tulisanmu, ayo kita gelorakan kembali islam yang rahmatan lil ‘alamin, ayo Bung, Revolusi Kita belum Selesai!

Hei Bung Karno, engkau yang pernah menggelorakan semangat kami, dengan berteriak : “Hei Rakyat Indonesia, Ini dadaku, mana dadamu” engkau juga pernah mengatakan: “Go To Hell with your Aid” ketika kedaulatan kita terancam,. Sekarang kita terancam kembali Bung atas kedaulatan kita, kita terancam atas ekonomi, atas politik, atas kedaulatan. Dan sekali lagi saya katakan kepadamu, bahwa Revolusi kita belum selesai!

Ayo Bung Karno seperti kata chairil Anwar pada puisinya, engkau sudah terlanjur menggarami kami dengan lautmu, kau panggang kami dengan api semangatmu, engkau kobarkan kami dibawah bendera revolusimu, ayo kita selesaikan!!!

Hei, dulu pernah kau mengatakan: "seribu orang tua hanya bisa bermimpi, beri aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncangkan dunia".  Ini kami Bung, kami siap menerima tantanganmu, ini dada kami, ini jiwa kami ayo kita teriakkan kembali semangat  "Merdeka atau Mati" .

Ah sudahlah mungkin kau sudah terlalu lelah, tapi aku katakan sekali lagi: REVOLUSI KITA BELUM SELESAI!

Selasa, 04 Juni 2013

Pendidikan Yang Berkarakter!




Seorang Terpelajar sudah seharusnya bersikap adil, sudah sejak alam pikiran, apalagi dalam perbuatan
(Pramoedya Ananta Toer)

Pendidikan merupakan indikator kemajuan suatu bangsa. Suatu bangsa yang memiliki system pendidikan yang baik tentunya akan mempunyai sumber daya manusia yang mumpuni untuk membangun negeri, ada Negara besar yang terpuruk karena system pendidikannya buruk, namun adapula Negara dengan sumber daya terbatas namun mempunyai system pendidikan yang baik mampu menjadi Negara yang maju baik dari segi ekonomi maupun teknologi.

Dalam pengertian ini, akan terasa wajar apa yang pertama kali ditanyakan seorang kaisar jepang pasca bom nagasaki dan hirosima yang meluluhlantakkan Jepang dan juga menjadi akhir perang dunia !!: “Berapa jumlah guru yang tersisa dinegeri kita?’ ujar sang kaisar. Disini ada self awareness dalam diri sang Kaisar untuk kembali membangun negerinya, dimulai dari mencerdaskan bangsanya. Dan kenyataan hari ini menunjukkan tidak butuh lama bagi Jepang untuk menjadi salah satu gerbong terdepan negara maju dengan berbagai buah intetektual masyarakatnya.

Dalam konteks ini, saya mencoba mengulas sistem pendidikan Indonesia pada masa Hindia Belanda yang kurikulumnya mengacu pada system pendidikan Belanda, yang menurut saya dapat kita contoh dan terapkan untuk system pendidikan Indonesia dewasa ini. Banyak intelektual – intelektual Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan lahir dari kalangan cerdik pandai hasil didikan sekolah Indonesia bentukan Hindia Belanda. Sebut saja Agus Salim, Soekarno, Muhammad Hatta, Syahrir, dll. Bahkan Hatta dan Syahir merupakan lulusan dari Universitas di Belanda.

Pendidikan pada masa itu, walaupun di masa Indonesia belum merdeka namun mampu menciptakan kesadaran moral dan intelektual bagi para pelajarnya. Dan secara kualitas pun pendidikan setara SMP pada masa itu MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) atau HBS (Hogere Burger School) yang setara SMA, lulusannya minimal menguasai 3 bahasa asing: Belanda, Inggris dan Prancis. Dapat kita bayangkan betapa luar biasanya lulusan  universitas jika lulusan sekolah menengahnya saja seperti itu.

Apa yang menjadi perbedaan dasar dari system pendidikan dahulu dan sekarang?. Dalam tetralaogi Buru pada novel Boemi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer yang menceritakan kehidupan kaum terpelajar pribumi masa Hindia Belanda ada beberapa hal yang membedakan kualitas pendidikan pada masa itu dan sekarang.

Pertama, Sistem Pendidikan yang mengekplorasi kreatifitas. Dengan kreatifitas kita dapat melakukan sesuatu yang berbeda dari yang biasa dilakukan oleh orang kebanyakan, kreatifitas menuntut kita untuk selalu berfikir untuk memecahkan sesuatu masalah dengan berbagai macam cara, dengan berbagai macam sudut pandang. Dan system pendidikan yang mengeksplorasi kreatifitas inilah yang ada masa Hindia Belanda dahulu dan belum muncul pada masa pendidikan sekarang. Dalam Bahasa Einstein: “Imagination is more than important than knowladge, knowladge can take a person to move from a to b, but imaginations can take a person from a to everywhere thet want”

Kedua, Sistem pendidikan yang memerdekakan pikiran, pada masa Hindia Belanda, seperti yang diceritakan Pramoedya dalam novelnya memberikan kebebasan penuh kepada pelajarnya untuk mengemukakan pendapatnya, diskusi ilmiah pada masa itu merupakan kegiatan yang lebih mendominasi dibandingkan dengan kegiatan belajar lainnya. Guru bertindak sebagai fasilitator yang menengahi dan sebatas memberikan Brain Storming, selebihnya merupakan kesempatan siswa untuk menyatakan apa yang menjadi pendapatnya. Dengan pendekatan eksplorasi pemikiran dengan memberanikan seseorang untuk mengeluarkan idenya dengan cara yang terstruktur akan dapat mengasah seorang untuk melihat suatu permasalahan dengan berbagai sudut pandang, sehingga sikap toleran akan terbentuk dan tertanam dalam mengahdapi berbagai perbedaan pandangan.
Saya teringat betapa menariknya korespondensi antara Soekarno dan Natsir yang mendiskusikan tentang Islam dan Modernitas, atau Korespondensi antara Soekarno dan Hatta mengenai Nasionalisme. Mereka berbeda pandangan, namun mampu dengan elok membahsakan perbedaan pendapat mereka dalam suatu korespodensi melalui media masa sehingga, masyarakat mampu membaca darimana awal suatu pemikiran terbentuk, awal suatu sudut pandang mampu berubah menjadi suatu sikap.

Ketiga, Sistem Pendidikan dengan budaya iterasi, budaya menulis dan membaca.  Karena kemampuan mengekspresikan ide dalam bentuk tulisan adalah sebuah bukti mutlak bangsa berperadaban tinggi. Menulis berbagai hal, menuliskan ide-ide besar, menulis tentang sains, budaya, seni. Sejarah mencatat, semua bangsa besar adalah bangsa yang gemar menulis dan membaca. Pada masa pendidikan era Hindia Belanda kita akan temui banyak sekali surat kabar yang memuat tulisan – tulisan kaum terpelajar. Nama – nama seperti Hatta, Soekarno, Kartini, Natsir, dan banyak lagi adalah mereka yang banyak mengemukakan pendapatnya melalui tulisan.

Dengan ketiga perbedaan yang dijelaskan diatas, kita tidak usah sungkan untuk mengadopsi system pendidikan Negara lain atau kembali mencontoh sistem pendidikan dimasa lalu untuk dimodifikasi dan di interpretasikan dalam konteks Indonesia sekarang. Ketika Indonesia masih dalam keadaan terjajah system pendidikannya mampu melahirkan intetektual terpelajar yang memerdekakan maka harusnya ketika Indonesia sudah merdeka, Intelektual pelajar yang dihasilkan system pendidikan Indonesia bisa jauh lebih baik dari dahulu.

Finish!