Minggu, 24 Oktober 2010

Janji Allah Kepada Para Pencari Ilmu

Orang berilmu dan beradab tidakakan diam di kampong halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan penggati dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenag

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika mtahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
Jika di dalam hutan.

Imam Syafii’

Begitulah ungkapan dari Imam Syafii’ yang begitu menganjurkan kita untuk menuntut ilmu dimanapun karena kemulian akan kita dapatkan dengan ilmu itu, dan hal yang terpenting bagaimana ilmu itu menjadi cahaya manfaat bagi setiap orang.
Begitulah imam Syafii’ mengingatkan kita para pencari ilmu untuk tidak mudah menyerah dan seharusnya berusaha lebih keras lagi untuk mencari dan mengamalkan ilmu sebanyak-banyaknya. Dan manfaat dari ilmu tersebut hanya kita sendiri dan Rabb sang Pemilik Ilmu yang bisa merasakannya, dan manfaat tersebut bukan ketika kita mendapat gelar-gelar yang mengekor di nama kita atau juga dengan angka atau huruf-huruf sama sekali bukanlah tolak ukur manfaat ilmu yang kita dapat. Rasululla SAW pernah berkata “ Ilmu itu Nur, Cahaya, dan Cahaya tidak akan tumbuh ditempat yang gelap…” untuk itu hendaklah para penuntut ilmu untuk senantiasa memperbaiki niatnya dan jangan pernah mengotori kesucian ilmu yang dimilikinya bahkan memadamkan Nur, Cahaya Ilmu tadi.

Ssemoga Bernmanfaat…
Salam Santun…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar...

Cari Artikel dan Tulisan
review http://all-thewin.blogspot.com/ on alexa.com Science Blogs Page Rank blogging tips

Berlangganan Artikel

Masukkan Email anda untuk berlangganan artikel terbaru:

Mari Berteman