Minggu, 27 Juni 2010

Belajar Mikrokontroler ATMEGA 8535

Saat ini perkembangan perangkat otomasi sudah begitu pesat,dan salah satu perangkat otomasi yangsering digunakan adalah mikrokontroler. Karena memang selain mudah digunakan mikrokontroler juga mempunyai biaya yang cukup terjangkau dan kemampuan yang tidak kalah hebat disbanding dengan perangkat otomasi lain semisal PLC.
Mikrokontroler dapat kita artikan sebagai single chip computer yang memiliki kemampuan untuk deprogram dan diunakan untuk tugas – tugas yang berorientasi control. Mikrokontroler banayak memiliki jenis dengan spesifikasi yang berbeda pula.berikut jenis-jenis mikrokontroler

1. MCS-51
2. AVR
3. PIC
4. PARALAX
5. dll
Kali ini kita akan belajar untuk mengunakan mikroontroler keluarga AVR, yang berjenis ATMEGA 8535, so don’t go anyware and stay tune….
Konfigurasi Pin


Gambar Deskripsi Pin AT Mega 8535

Fungsi Pin - Pin Mikrokontroller ATmega8535

 VCC (power supply)
 GND (ground)

 Port A (PA7..PA0)
Port A berfungsi sebagai suatu Port I/O 8-bit dua arah. Pin - pin Port dapat menyediakanresistor internal pull-up (yang dipilih untuk masing-masing bit).Port A output buffer mempunyai karakteristik gerakan simetrisdengan keduanya sink tinggi dan kemampuan sumber. Ketika pinPA0 ke PA7 digunakan sebagai input dan secara eksternal ditarikrendah, pin – pin akan memungkinkan arus sumber jika resistor internal pull-up diaktifkan.. Selain itu port A juga mempunyai fungsi khusus yaitu ADC [Analog to Digital Converter] artinya dengan ADC yang dimiliki oleh mikrokontroler ini memnungkinkan untuk mengkonversi masukan analog menjadi digital tanpa menggunakan IC tambahan lagi.

 Port B (PB7..PB0)
Port B adalah suatu Port I/O 8-bit dua arah dengan resistor internalpull-up (yang dipilih untuk beberapa bit).. Sebagai input, pin port B yangsecara eksternal ditarik rendah akan arus sumber jika resistor pullupdiaktifkan. Pin Port B adalah tri-stated manakala suatu kondisi
reset menjadi aktif, sekalipun waktu habis.

 Port C (PC7..PC0)
Port C adalah suatu Port I/O 8-bit dua arah dengan resistor internalpull-up (yang dipilih untuk beberapa bit).. Sebagai input, pin port C yangsecara eksternal ditarik rendah akan arus sumber jika resistor pullupdiaktifkan. Pin Port C adalah tri-stated manakala suatu kondisi reset menjadi aktif, sekalipun waktu habis.

 Port D (PD7..PD0)
Port D adalah suatu Port I/O 8-bit dua arah dengan resistor internalpull-up (yang dipilih untuk beberapa bit). Sebagai input, pin port D yangsecara eksternal ditarik rendah akan arus sumber jika resistor pullupdiaktifkan. Pin Port D adalah tri-stated manakala suatu kondisi reset menjadi aktif, sekalipun waktu habis.

 RESET (Reset input)
 XTAL1 (Input Oscillator)
 XTAL2 (Output Oscillator) AVCC adalah pin penyedia tegangan untuk port A dan A/D Konverter
 AREF adalah pin referensi analog untuk A/D konverter.
 RXD adalah pin penerima data pada komunikasi serial.
 TXD adalah pin pengirim data pada komunikasi serial.

Jumat, 11 Juni 2010

Hot Water Level Indicator

Description:
A simple device to indicate various levels of hot water in a tank.




Notes:

Save fuel bills and the economy of the planet with this circuit. SW1 is a normally open press button switch which allows you to view the level of hot water in a hot water tank. When pressed the voltage difference at the junction of the thermistor and preset is compared to the fixed voltage on the op-amps non-inverting input. Depending on the heat of the water in the tank, the thermistors resistance will toggle the op-amp output to swing to almost full voltage supply and light the appropriate LED.

Construction:

Masking tape was used to stick the bead thermistors to the tank. Wires were soldered and insulated at the thermistors ends. A plastic box was used to house the circuit. Battery life will probably be 4 to 5 years depending on how often you use the push switch, SW1.

Sensor Placement:

Thermistors NTC1-4 should be spread evenly over the height of the tank. I placed NTC1 roughly 4 inches from the top of my tank and the others were spaced evenly across the height of the hot water tank. As hot water rises the lowest sensor indicates the fullest height of hot water and should be about 8 to 10 inches from the bottom of the tank.

Calibration:

With a full tank of hot water adjust P1-4 so that all LED's are lit. As hot water rises, the sensor at the bottom of the tank will be the maximum level of hot water. "Hot" can be translated as 50C to 80C the presets P1-4 allow adjustment of this range.

Parts:

I have used a quad version of the LM324 but any quad opamp can be used or even four single op-amps.
R2-R5 I used 330ohm resistors, but value is not critical. Lower values give brighter LED output.
NTC1-4 The thermistors maximum resistance must roughly equal the resistance of the fixed resistor and preset. As negative temparature coefficient (NTC) thermistors are used, then their resistance decreases for increases in temperature. I used a thermistor from the Maplin Catalogue. Cold resistance was around 300K, hot resistance 15k. Alternative thermistors may be used with different resistance ranges, but the presets P1 to P4 must also be changed as well.
R7-10 series resistance, only required if your thermistors resistance is several ohms at the hottest temperature.
P1 - P4 Chosen to match the resistance of the thermistor when cold.
R1 & R6. These resistors are equal and bias the op-amp inverting input to half the supply voltage. I used 100k.

Hukum Kirchoff tentang Tegangan

Kita sudah membahas tentang hukum kirchoff tentang arus, kali saya akan coba kita akan membahas hukum kirchoff tentang tegangan.
Stay tune….

Coba perhatikan rangkaian berikut:



Coba kita lihat pada rangkaian pertama, tegangan yang jatuh pada R1 yang memiliki nilai resistansi 1 kilo Ohm = 3.33 V dan tegangan yang jatuh pada R2 yang memiliki resistansi 2 kilo Ohm = 6.67 V. dan jika kita jumlahkan maka jumlah tegangan yang jatuh pada kedua beba sama besarnya dengan tegangan sumber.

Hukum Kirchoff tentang tegangan mengatakan bahwa jumlah tegangan jatuh pada setiap node = 0

∑V = 0

Pada rangkaian yang kedua kita lihat bahwa tegangan jatuh pada setiap titik adalah sama besar walaupun kita lihat beban yang kita berikan pada tiap titik berbeda .

Sedikit kesimpulan yang mungkin penting untuk dicatat

1. Tegangan yang jatuh pada rangkaian parallel adalah sama
2. Pada rangkaian seri, tegangan yang terbagi akan jatuh lebih pada tahanan yang lebih besar.

Kembali pada gambar pada rangkaian pertama kita lihat ketika rangkaian dipasang dengan beban yang tersusun seri tersebut maka tegangan akan terbagi pada masing-masing beban yang besarnya dapat kita hitung dengan hukum Ohm dan hukum Kirchoff tentang Arus.

Untuk tegangan pada R1 = R1 . V / {R1 + R2}
Untuk tegangan pada R2 = R2. V / {R1 + R2}

Prinsip diatas lebih dikenal dengan rangkaian pembagi tegangan yang pada aplikasinya sering digunakan pada rangkaian sensor.


Selamat belajar…

Salam santun


Anda juga dapat melihat berbagai aplikasi rangkain pembagi tegangan:
sensor Cahaya dengan LDR
Sensor suhu
Alarm maling dengan Photodioda

Hukum Kirchoff tentang Arus

Berbicara tentang Hukum Kirchoff maka akan terdapat dua bahasan yang pertama Hukum Kirchoff tentang Arus dan yang kedua Hukum Kirchoff tentang Tegangan.
Nah… kali ini kita akan membahas tentang hukum Kirchoff tentang Arus:
Kirchoff mengatakan bahwa arus yang masuk pada suatu rangkaian akan sama besar dengan arus yang keluar, artinya I masuk = I keluar,
Coba kita perhatikan rangkaian berikut ini:


Penjelasan Rangkaian:

Kita lihat arus masuk pada rangkaian bejumlah 4 mili Ampere dan ketika melewati empat buah resistor yang dipasang parallel maka arus tersebut terbagi menjadi 4 cabang yang besarnya sesuai dengan Hukum Ohm, dan arus yang keluar dari rangkaian menuju ground besarnya kembali 4 mili Ampere.
Jika kita analisa lebih lanjut bahwa arus total dari rangkain tersebut = V/Rtotal,



Rtotal kita dapatkan = 2,25 kilo Ohm, maka arus = 9/2.25K = 4 mili Ampere, ini berarti jumlah arus yang mengalir dalam satu loop [rangkaian seri] adalah sama.
Sedikit kesimpulan yang mungkin penting untuk dicatat

1. Arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama
2. Pada rangkaian parallel arus akan lebih besar mengalir pada tahanan yang lebih kecil.



Selamat belajar…

Salam santun

Mengenal Interfacing dengan port parallel

Port komputer dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan alat atau komputer lain.. Port paralel (DB-25) merupakan salah satu jenis socket pada komputer untuk berkomunikasi dengan peralatan luar.
Port parallel ini memiliki keluaran digital, dari pengukuran yang dilakukan, pin pada port ini memiliki tegangan sekitar 3 volt untuk nilai logika 1 dan 0 volt untuk logika 0.

Alamat Port Paralel

Port paralel memiliki tiga alamat. Alamat Data Port (DP) merupakan alamat dasar (base address), untuk alamat PS base address + 1 dan alamat printer control base address + 2.
Jika hanya ada satu port paralel pada personal komputer maka port tersebut disebut LPT1. Jika ada dua port paralel, yang kedua disebut LPT2.
Base address LPT1 biasanya 37816 dan LPT2 adalah 27816. Indeks 16 menunjukkan bahwa nilai tersebut ditulis dalam heksadesimal. 37816 dalam desimalnya adalah 888. Ini berarti alamat DP adalah 888, alamat PS adalah 889 dan alamat PC adalah 890.

Register LPT1 LPT2
heksadesimal desimal heksadesimal desimal
Data Port 378 888 278 632
Printer Status 379 889 279 633
Printer Control 37A 890 27A 634

Konfigurasi Pin




Rangkaian Tester Parallel Port

Untuk mengetahui nilai logika pada port paralel harus digunakan indikator. Dan kali ini akan dibuat rangkain indicator sederhana dengan menggunakan selapab buah led, kenapa delapan buah led karena port parallel merupakan port 8 bit.
Logika 1 terwakili jika led menyala dan ketika led padam maka itu menunjukkan bahwa berlogika 0.
Urutan LED sama dengan nomor bit. Nomor bit dimulai paling kanan dengan nilai 0 sampai paling kiri dengan nilai 7. Perhatikan gambar berikut:



Rangkaian indikator

Dengan menggunakan rangkaian indikator ini kita dapat mengetahui nilai data pada port paralel. Misalnya kita mengirim nilai data 1. Maka nilai 1 dalam sistem bilangan desimal=00000001 dalam biner. Maka led yang menyala adalah led yang palign ujung atau bit pertama, begitu seterusnya kita dapat mengetes keluaran parallel port sesuai dengan nilai yang kita berikan.

Selamat Mencoba….
Salam Santun..

Membuat Mobil remot control dengan port paralel

Oke, sahabat sekalian kali ini ada project yang sangat sederhana sebagai aplikasi dari Mengenal Interfacing Dengan Port Parallel, kita akan membuat mobil remot control dengan menggunakan port parallel.
Sebagaimana kita ketahui bahwa port parallel dapat mengeluarkan 8 bit data digital dengan untai TTL [transistor transistor logic]. Dengan rangkaian driver motor sederhana dan sedikit pemahaman tentang visual basic maka kita dapat membuat mobil remot control yang dapat kita kendalikan melalui komputer.

Membuat Rangkaian driver motor



Komponen yang digunakan

Transistor NPN 2N2222A 8 buah
Resistor 470 Ohm 8 buah
Motor DC 3 Volt 2 buah
Socket Port parallel DB 25

Penjelasan Rangkaian

Dari rangkaian yang telah kita buat kita perhatikan rangkaian driver motor kiri kita lihat ada dua pin masukan disana, yang pertama terhubung ke pin 2 DB25 yang kedua terhubung ke pin 3 DB25 artinya motor akan berputar sesuai dengan 2 bit pertama dari nilai yang kita berikan [00000010] sesuai dengan aturan LSB [low significant bit]. Begitu juga pada motor kanan yang terhubung dengan pin 4 dan pin 5 pada DB25.
Berikut table logikanya.


Nilai Yang kita berikan Motor Kiri Motor Kanan

00000001 Mundur Berhenti
00000010 Maju Berhenti
00000100 Berhenti Mundur
00001000 Berhenti Maju
00000101 Mundur Mundur
00001010 Maju Maju
00001001 Mundur Maju
00000110 Maju Mundur

Memprogram Robot

Kali ini kita akan menggunakan visual basic 6.0 sebagai software untuk interfacing antara computer dan robot melalui port parallel.
Pertama kita harus mendownload file dll, yaitu inpout32.dll
Tambahkan toolboxseperti berikut:



Lalu click menu project dan add module
ketikkan kode-kode berikut pada module

Public Declare Function Inp Lib "inpout32.dll" _
Alias "Inp32" (ByVal PortAddress As Integer) As Integer
Public Declare Sub Out Lib "inpout32.dll" _
Alias "Out32" (ByVal PortAddress As Integer, ByVal Value As Integer)
Lalu program utamanya
Private Sub Command1_Click()
Out 888, 10 'maju
End Sub

Private Sub Command2_Click()
Out 888, 8 'belok kiri
End Sub

Private Sub Command3_Click()
Out 888, 2 'belok kanan
End Sub

Private Sub Command4_Click()
Out 888, 5 ' mundur
End Sub


Selamat Mencoba….
Salam Santun..

Hukum Ohm

Bagi para pelajar, mahasiswa ataupun para hobby elektronika pasti tau dengan hukum yang satu ini,kalau belum, kudu tau..
Pada tahun 1826, seorang ahli fisika berkembangsaan Jerman bernama Georg Simon Ohm menyelidiki hubungan antara kesebandingan V dan I. Ohm melakukan percobaan dengan membentuk suatu rangkaian listrik dan dilengkapi dengan berbagai komponen listrik.

Grafik tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara V dan I berbentuk sebuah garis lurus yang condong ke kanan atas melalui titik asalnya. Jika kemiringan grafik ini disebut hambatan (diberi lambang R), makia hubungan antara tegangan V dan kuat arus I dapat dinyatakan dalam rumus :
V = I . R
R = hambatan (Ω)
I = kuat arus (I)
V = Tegangan (V)
Untuk lebih memudahkan kita dalam memahami hukum Ohm ini coba kita perhatikan rangkaian berikut:



Terlihat bahwa rangkaian di atas memiliki V= 9 Volt, R=1 kilo Ohm, maka arus = V/R = 9/1000=9mAmpere. Kalau kita ganti nilai R menjadi lebih besar ataupun lebih kecil maka kita akan dapat menarik kesimpulan bahwa arus yang dihasilkan akan lebih besar jika nilai resistansi pada rangkaian semakin kecil begitu pula sebaliknya dengan asumsi bahwa nilai tegangan tetep.
Selamat belajar…
Salam santun

Selasa, 08 Juni 2010

Materi Pengolahan Sinyal Digital

Silahkan Download Disini

Minggu, 06 Juni 2010

Simulasi Running Led dengan Visual Basic

Visual Basic saat ini merupakan salah satu aplikasi pemograman yang sudah seharusnya dikuasai oleh setiap pelajar maupun mahasiswa, karena memang fitur –fitur yang disediakan oleh visual basic bisa digunakan semua kalangan (red: merakyat)….

Stay tune….

Gunakan toolbox berikut

Keterangan:

  1. 1. Label1
  2. 2. Shape 1 sampai shape 8
  3. 3. Commandbutton1
  4. 4. Commandbutton2
  5. 5. Timer1

Berikut Listing programnya

download disini

Oke… sekarang coba di jalankan, hasilnya bakalan kayak gini….

Selamat mencoba

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Membuat Line Follower dengan Transistor

Pada artikel kali ini akan dijelaskan bagaimana membuat line follower sederhana dengan memanfaatkan transistor, karena kita ketahui transistor dapat digunakan sebagai switching pada rangkaian elektronika,

Berikut komponen-komponenyang di perlukan dalam membuat line follower kali ini:

1. Photodiode 2 buah

2. Transistor NPN 2N2222 2 buah

3. Transistor NPN 2N5551 2 buah

4. Led inframerah 2 buah

5. Motor dc 2 buah

6. Baterai 3 v

7. Trimpot 2 buah

8. Resistor 100 Ohm 2 buah

Berikut ini gambar rangkaiannya


Prinsip Kerja


Kita ketahui resistansi photodiode bila mendapatkan cahaya maka akan semakin mengecil dan ketika tidakmendapatkan cahaya maka akan semakin besar, dengan begitu, sesuai dengan prinsip pembagi tegangan

Vphotodioda = x Vsumber

Vtrimpot = x V sumber

Maka ketika photodiode melewati garis putih maka resistansinya mengecil dan Vtrimpot mendekati nilai V sumber maka transistor akan mengalirkan arus dari colektor ke emitor dan motor akan berjalan.

Desain Mekanik Robot


Selamat mencoba

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”




Simulasi Lampu merah dengan Visual Basic

Simulasi Lampu merah dengan Visual Basic

            Visual Basic saat ini merupakan salah satu aplikasi pemograman yang sudah seharusnya dikuasai oleh setiap pelajar maupun mahasiswa, karena memang fitur –fitur yang disediakan oleh visual basic bisa digunakan semua kalangan (red: merakyat)….

            Okelah kalau begggitu… langsungke intinya kali ini kita akan membuat simulasi lampu lalu lintas dengan menggunakan fungsi timer pada visual basic..

stay tune

masukkan toolbox berikut:






Keterangan:

1.      Shape1

2.      Shape2

3.      Shape3

4.      Shape4

5.      Label

6.      Commandbutton1

7.       Commandbutton1

PLUS TIMER JANGAN LUPA

(timer 1 buat lampunya gerak, timer 2 buat hiutngan mundur)

Truz listing programnya

'program simulasi lampu merah

'created: muhammad aldrin julianto

'tanggal:6 maret 2010

Dim a As Integer

Dim b As Integer

Private Sub Command1_Click()

Timer1.Enabled = True

Timer2.Enabled = True

End Sub

Private Sub Command2_Click()

Timer1.Enabled = False

Timer2.Enabled = False

Label1.Caption = ""

Shape2.FillColor = vbBlack

Shape3.FillColor = vbBlack

Shape4.FillColor = vbBlack

a = 0

b = 0

End Sub

Private Sub Form_Load()

End Sub

 

Private Sub Timer1_Timer()

a = a + Timer1.Interval

Select Case a

Case 4000

Shape2.FillColor = vbRed

Shape3.FillColor = vbBlack

Shape4.FillColor = vbBlack

Case 8000

Shape2.FillColor = vbBlack

Shape3.FillColor = vbYellow

Shape4.FillColor = vbBlack

Case 12000

Shape2.FillColor = vbBlack

Shape3.FillColor = vbBlack

Shape4.FillColor = vbGreen

a = 0

End Select

End Sub

Private Sub Timer2_Timer()

b = b + Timer2.Interval

Label1.Caption = Val(4000 - b) / Val(1000)

Select Case b

Case 4000

b = 0

End Select

End Sub 

 

Hasil jadi kayak ini…..







Selamat mencoba

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”