Minggu, 18 Mei 2014

Pensiun, Siapa Takut!



Mereka yang gagal merencanakan adalah mereka yang merencanakan kegagalan
(Anonymous)

Dear Readers,
Hidup merupakan akumulasi dari perencanaan – perencanaan yang kita lakukan, kita merencanakan  umur berapa kita menikah, umur berapa kita mempunyai anak, dan berbagai macam perencanaan yang kita rencanakan dan akan kita kerjakan di usia produktif kita. Sesuatu yang baik tentunya, sehingga kita mempunyai tujuan dan arah kerja yang jelas dalam menjalani kehidupan. Namun jarang dari kita yang membuat rencana apa yang akan kita kerjakan, apa yang akan kita hasilkan dan apa yang akan kita petik di usia kita yang bisa dikatakan tidak produktif lagi (after retirement)?.




Bagi sebagian dari kita, pelajar, mahasiswa, pekerja muda jarang sekali yang telah memikirkan apa yang akan kita kerjakan setelah pensiun, ”ah ngapain sih ngomongin pensiun, gua kan masih muda, nikah aja belom” atau “saya kan Pegawai Negeri Sipil (PNS), nanti pas pensiun dapet uang penisun bulanan kok, jadi buat apa musingin pensiun” masih banyak dari kita yang mempunyai pola fikir seperti itu, masih belum mempuyai rencana kedepan dan juga berfikir pragmatis untuk mengandalkan uang pensiun dari pekerjaan kita. Pertanyaannya adalah iya kalau kita mendapatkan uang pensiun kalau tidak? Atau iya kalau uang pensiun kita cukup, kalau tidak?.
Ingat bahwa masa pensiun (normalnya bagi pegawai > 55 tahun) bukan merupakan usia produktif lagi buat bekerja. Kalau pekerjaan kita sebagai pegawai, maka diusia itu tenaga kita sudah tidak dipakai lagi, kalau kita bekerja sebagai petani maka di usia itu kita mungkin tidak kuat lagi, kalau kita bekerja sebagai penulis (penulis buku atau juga blogger) mungkin tulisan – tulisan kita tidak sebanyak dan semenarik dulu.
Warren Buffet, salah satu orang terkaya dan pakar investasi terbaik dunia mengatakan: ”Saya seorang pengusaha yang baik karena saya seorang investor dan saya seorang investor yang baik karena saya seorang pengusaha”. Artinya apapun profesi kita, merencanakan keungangan atau berinvestasi adalah hal yang diperlukan. Sehingga untuk merencanakan masa pensiun yang aman adalah perencanaannya yang kita mulai dari sekarang, ingat ya readers: sekarang!.
Oke, apa saja yang perlu kita persiapkan untuk menjadikan kita tetap memberi arti (produktif) di usia kita yang tidak produktif lagi
1.      Persiapkan pensiun kita
Kita mungkin merasa punya penghasilan tetap sekarang, namun bersikap adil dan rasional lah, mempunyai rumah, mobil, pakaian yang bagus bukan suatu hal yang salah apabila kita memang mampu dan perlu membelinya, namun jangan memaksa sehingga pengeluaran akan lebih besar dari pemasukan, mulailah membuat target – target pribadi yang sederhana, apa yang saya harus kita raih dan peroleh di usia 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun sehingga ketika telah pensiun kita dapat menikmatinya.
2.      Investasi
Kalau Warren Buffet bisa menjadi kaya raya sejagat raya karena berinvestasi kenapa kita tidak? Kata Warren Buffet kita tidak perlu menjadi ahli aljabar dan kalkulus untuk berhasil berinvestasi, cukup berani belajar dan berani memulai untuk melakukannya.
Ingat loh readers, investasi bukan sekedar menginvestasikan harta yang kita punya tapi juga kesehatan kita (apalagi masa pensiun), jadi keduanya butuh di investasikan dan menariknya ternyata keduanya dapat kita lakukan dengan satu cara investasi yang menguntungkan seperti yang ditawarkan oleh BNI bernama BNI Simponi, apa itu BNI Simponi, check it out:
BNI Simponi adalah layanan program pensiun yang diselenggarakan oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, karena ini dikelola oleh lembaga yang jelas maka tentunya kita tidak perlu khawatir tentang resiko keamanan dana investasi. Lalu siapa aja yang bisa jadi peserta, jawabannya siapapun bisa, dari yang berstatus pegawai, pengusaha, petani, buruh ataupun apapun profesinya bisa  mengikuti program BNI Simponi.
Bagaimana cara mendaftar program BNI Simponi, cukup datang ke kantor BNI terdekat bawa fotocopy Ktp dan iuran investasi awal "sekecil" Rp. 250.000 lalu isi aplikasi sesuai identitas diri. Dan untuk iuran investasi bulannya minimal Rp.50.000 yang dibatasi hanya iuaran minimal loh, kalau maksimal ya berapun boleh, hehehehe
Pensiun, Siapa Takut! 
Mau info lengkap klik deh link berikut : (http://bit.ly/BNI_Simponi)
3.      Menabung
Selain berinvestasi, menabunglah sehingga kita juga tetap punya dana tunai yang dapat kita gunakan jika kita memerlukannya secara mendadak, sehingga tidak mengganggu program investasi kita, ingat lagu cindy cenora (penyanyi cilik 90an): “ayok nabung, kita pasti dapat untung”

4.      Siapkan diri kita
Nah kalau point ke-4 ini sifatnya lebih ke pribadi kita, tentunya jika program – program persiapan pensiun kita berhasil, kita aman secara financial di usia pensiun kita, kita tetap ingin memberi manfaat tentunya karena kita mahluk sosial yang berbudaya, siapkan diri kita, apa yang akan kita kerjakan, tentunya hal yang mempunyai manfaat bagi orang banyak, apakah kita ingin menjadi mendarmabaktikan diri kita sebagai guru ngaji, atau penulis blog yang berisi motivasi bagi kaum muda, atau apapun, yang pasti diusia yang tak lagi produktif kita tetap menjadi orang yang memberi arti.
Itu readers apa saja yang perlu kita persiapkan untuk mempersiapkan masa pensiun kita, simple ga pake ribet.
So masih bingung dan khawatir dengan  masa penisun, kalau saya: Pensiun, Siapa Takut!
http://bit.ly/BNI_Simponi

4 komentar:

  1. Salut emang sama Bung Aldrin, masih muda tapi sudah memikirkan masa pensiun.

    BalasHapus
  2. Gimana dengan anda bung andi, sudah tua tapi belum memikirkan pensiun *loh
    *peace kakak*

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar...