Selasa, 04 Juni 2013

Pendidikan Yang Berkarakter!




Seorang Terpelajar sudah seharusnya bersikap adil, sudah sejak alam pikiran, apalagi dalam perbuatan
(Pramoedya Ananta Toer)

Pendidikan merupakan indikator kemajuan suatu bangsa. Suatu bangsa yang memiliki system pendidikan yang baik tentunya akan mempunyai sumber daya manusia yang mumpuni untuk membangun negeri, ada Negara besar yang terpuruk karena system pendidikannya buruk, namun adapula Negara dengan sumber daya terbatas namun mempunyai system pendidikan yang baik mampu menjadi Negara yang maju baik dari segi ekonomi maupun teknologi.

Dalam pengertian ini, akan terasa wajar apa yang pertama kali ditanyakan seorang kaisar jepang pasca bom nagasaki dan hirosima yang meluluhlantakkan Jepang dan juga menjadi akhir perang dunia !!: “Berapa jumlah guru yang tersisa dinegeri kita?’ ujar sang kaisar. Disini ada self awareness dalam diri sang Kaisar untuk kembali membangun negerinya, dimulai dari mencerdaskan bangsanya. Dan kenyataan hari ini menunjukkan tidak butuh lama bagi Jepang untuk menjadi salah satu gerbong terdepan negara maju dengan berbagai buah intetektual masyarakatnya.

Dalam konteks ini, saya mencoba mengulas sistem pendidikan Indonesia pada masa Hindia Belanda yang kurikulumnya mengacu pada system pendidikan Belanda, yang menurut saya dapat kita contoh dan terapkan untuk system pendidikan Indonesia dewasa ini. Banyak intelektual – intelektual Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan lahir dari kalangan cerdik pandai hasil didikan sekolah Indonesia bentukan Hindia Belanda. Sebut saja Agus Salim, Soekarno, Muhammad Hatta, Syahrir, dll. Bahkan Hatta dan Syahir merupakan lulusan dari Universitas di Belanda.

Pendidikan pada masa itu, walaupun di masa Indonesia belum merdeka namun mampu menciptakan kesadaran moral dan intelektual bagi para pelajarnya. Dan secara kualitas pun pendidikan setara SMP pada masa itu MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) atau HBS (Hogere Burger School) yang setara SMA, lulusannya minimal menguasai 3 bahasa asing: Belanda, Inggris dan Prancis. Dapat kita bayangkan betapa luar biasanya lulusan  universitas jika lulusan sekolah menengahnya saja seperti itu.

Apa yang menjadi perbedaan dasar dari system pendidikan dahulu dan sekarang?. Dalam tetralaogi Buru pada novel Boemi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer yang menceritakan kehidupan kaum terpelajar pribumi masa Hindia Belanda ada beberapa hal yang membedakan kualitas pendidikan pada masa itu dan sekarang.

Pertama, Sistem Pendidikan yang mengekplorasi kreatifitas. Dengan kreatifitas kita dapat melakukan sesuatu yang berbeda dari yang biasa dilakukan oleh orang kebanyakan, kreatifitas menuntut kita untuk selalu berfikir untuk memecahkan sesuatu masalah dengan berbagai macam cara, dengan berbagai macam sudut pandang. Dan system pendidikan yang mengeksplorasi kreatifitas inilah yang ada masa Hindia Belanda dahulu dan belum muncul pada masa pendidikan sekarang. Dalam Bahasa Einstein: “Imagination is more than important than knowladge, knowladge can take a person to move from a to b, but imaginations can take a person from a to everywhere thet want”

Kedua, Sistem pendidikan yang memerdekakan pikiran, pada masa Hindia Belanda, seperti yang diceritakan Pramoedya dalam novelnya memberikan kebebasan penuh kepada pelajarnya untuk mengemukakan pendapatnya, diskusi ilmiah pada masa itu merupakan kegiatan yang lebih mendominasi dibandingkan dengan kegiatan belajar lainnya. Guru bertindak sebagai fasilitator yang menengahi dan sebatas memberikan Brain Storming, selebihnya merupakan kesempatan siswa untuk menyatakan apa yang menjadi pendapatnya. Dengan pendekatan eksplorasi pemikiran dengan memberanikan seseorang untuk mengeluarkan idenya dengan cara yang terstruktur akan dapat mengasah seorang untuk melihat suatu permasalahan dengan berbagai sudut pandang, sehingga sikap toleran akan terbentuk dan tertanam dalam mengahdapi berbagai perbedaan pandangan.
Saya teringat betapa menariknya korespondensi antara Soekarno dan Natsir yang mendiskusikan tentang Islam dan Modernitas, atau Korespondensi antara Soekarno dan Hatta mengenai Nasionalisme. Mereka berbeda pandangan, namun mampu dengan elok membahsakan perbedaan pendapat mereka dalam suatu korespodensi melalui media masa sehingga, masyarakat mampu membaca darimana awal suatu pemikiran terbentuk, awal suatu sudut pandang mampu berubah menjadi suatu sikap.

Ketiga, Sistem Pendidikan dengan budaya iterasi, budaya menulis dan membaca.  Karena kemampuan mengekspresikan ide dalam bentuk tulisan adalah sebuah bukti mutlak bangsa berperadaban tinggi. Menulis berbagai hal, menuliskan ide-ide besar, menulis tentang sains, budaya, seni. Sejarah mencatat, semua bangsa besar adalah bangsa yang gemar menulis dan membaca. Pada masa pendidikan era Hindia Belanda kita akan temui banyak sekali surat kabar yang memuat tulisan – tulisan kaum terpelajar. Nama – nama seperti Hatta, Soekarno, Kartini, Natsir, dan banyak lagi adalah mereka yang banyak mengemukakan pendapatnya melalui tulisan.

Dengan ketiga perbedaan yang dijelaskan diatas, kita tidak usah sungkan untuk mengadopsi system pendidikan Negara lain atau kembali mencontoh sistem pendidikan dimasa lalu untuk dimodifikasi dan di interpretasikan dalam konteks Indonesia sekarang. Ketika Indonesia masih dalam keadaan terjajah system pendidikannya mampu melahirkan intetektual terpelajar yang memerdekakan maka harusnya ketika Indonesia sudah merdeka, Intelektual pelajar yang dihasilkan system pendidikan Indonesia bisa jauh lebih baik dari dahulu.

Finish!

Senin, 22 April 2013

Sunset Bersama Rosie : Cinta adalah Persahabatan




Title : Sunset Besama Rosie
Author : Tere Liye
Publisher : Republika
Pages ; 425 





“Dan kelak kau akan menyadari, dua puluh tahun dari sekarang kau akan lebih menyesal atas apa – apa yang tidak pernah kau kerjakan dibandingkan atas apa – apa yang kau kerjakan”

Dalam novel ini, penulis Tere liye dengan sangat berhasil sekali membawa pembacanya ke dalam bentuk pemahaman baru tentang arti kesempatan, perasaan serta cinta?

         Sebenarnya, apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang berdebu, begitu – begitu saja, tidak istimewa. Malah lucu serta gemas saat dikenang.

Sebenarnya, apakah pengorbanan memiliki harga dan batasan? Atau Priceless, tidak terbeli dengan uang, karena kita lakukan hanya untuk sesuatu yang amat spesial diwaktu yang juga spesial? Atau boleh jadi gratis. Karena kita lakukan saja dan selalu menyenangkan untuk dilakukan berkali – kali.

Sebenarnya, apakah itu arti ”kesempatan”? Apakah itu makna ”keputusan”? Bagaimana mungkin kita terkadang menyesal karena sebuah ”keputusan” atas sepucuk ”kesempatan”? Sebenarnya, siapakah yang selalu pantas kita sayangi?

Pertanyaan – pertanyaan diatas tidaklah memerlukan jawaban langsung dari lisan kita, karena justru waktu dan reaksi kita terhadap pertanyaan – pertanyaan itu jauh lebih bisa menjelaskan. Ya, waktu.. Kita akan mendapati sebuah pemahaman baru terhadap arti waktu ketika kita terbawa oleh jalan cerita novel ini, seperti yang selalu menjadi sebuah keyakinan dari tokoh utama novel ini, Tegar. Ia selalu menegaskan keyakinannya akan makna waktu:    
Bagiku waktu selalu pagi, diantara potongan dua puluh empat jam dalam sehari, bagiku pagi adalah waktu yang paling indah. Ketika janji – janji baru muncul seiring embun menggelayut diujung dedaunan. Ketika harapan – harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan. Pagi, berarti satu hari yang melelahkan terlampau lagi. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi – mimpi yang menyesakkan terlewati lagi; malam – malam panjang, gerakan tubuh bresah, kerinduan, dan helaan napas tertahan.

       Tegar begitu meyakini keajaiban pagi, pagi baginya merupakan sebuah harapan baru yang muncul seiring dengan hangatnya sinar matahari yang mulai memeluk bumi, pagi baginya adalah kanvas putih yang dianugrahkan Tuhan untuk dilukis, dihias sesuai apa yang diinginkan, Pagi baginya merupakan waktu ampuh untuk melawan kenyataan yang begitu teramat menyesakkan, begitu menyakitkan, ketika rasa yang bertahun – tahun lamanya tumbuh harus berguguran hanya dalam hitungan waktu singkat.

          Ia pernah begitu menyesal ketika ia tidak bisa berbuat apa – apa atas apa yang seharusnya ia perbuat, atas apa yang seharusnya ia perjuangkan. Rosie yang begitu ia inginkan. Yang telah ia kenal sedari kanak – kanak, mereka tumbuh bersama, bermain bersama sampai pada akhirnya ada sebuah rasa yang tumbuh dalam hatinya, sebuah rasa spesial yang membuatnya sadar bahwa: ia mencintai Rosie.

         Ia putus asa, ia mencoba mencari sebuah pelarian atas sebuah kesempatan yang pernah ia sia – sia kan , ia meratapi sedih atas kesempatan yang ia lewatkan. Namun disini, tere liye seolah ingin mengatkan kepada pembaca bahwa justru: kita akan lebih menyesal atas apa – apa yang tidak pernah kita kerjakan dibandingkan atas apa – apa yang kita kerjakan. Tegar telah merasakan bagaiman ia begitu menyesal telah menyia-nyiakan sebuah kesempatan, namun bukan berarti kesempatan tidak akan pernah terulang, yah kita selalu mempunyai kesempatan untuk memperbaiki diri dengan berbagai kesempatan baru yang selalu di anugrahkan Tuhan kepada kita, namun kesempatan dalam artian dan pengertian yang berbeda dari yang kita harapkan sebelumnya.

      Kisah ini mengajarkan kita bahwa kita selalu mempunyai kesempatan jika kita benar – benar meyakininya, sebagaimana mawar yang dapat tumbuh ditegarnya karang, jika kau menghendakinya tumbuh!

Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler (1)

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana cara kontrol dan akuisisi data menggunakan mikrokontroler. Bagi teman - teman yang baru mengenal mikrokontroler bisa membaca tulisan ini: Belajar Mikrokontroler ATMEGA 8535 dan contoh program mikrokontroler sederhana.      

Setelah sekian lama tidak mengupdate blog ini, tidak membuat tulisanyang berkaitan dengan dunia kelistrikan, banyak alasan kenapa sudah lama ga bisa update tulisan mengenai dunia kelistrikan, pertama: Karena rutinitas kerja yang membunuh kreatifitas, dan yang kedua karena memang turunnya kuantitas waktu dalam meng-upgrade diri dalam dunia kelistrikan, kontrol maupun elektronika.

Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler
Contoh tampilan Human Machine Interface yang akan kita buat menggunakan visual basic dengan controller berupa mikrokontroler Atmega 8535. source: www.softwaretoolbox.com 
 

Kembali ke topik pembahasan kita yaitu cara kontrol dan akuisisi data menggunakan mikrokontroler. Alasan kenapa saya membahas topik ini ialah setelah sekian lama menghilang dari dunia control, design dan automation.

Baca juga:
Memprogram ADC mikrokontroler ATmega 8535 dengan Codevision AVR
Belajar PLC untuk pemula

Ttiba – tiba saya dihubungi teman yang meminta bantuan untuk tugas akhirnya (skripsi), skripsinya berkaitan dengan dunia kontrol yaitu membuat sebuah prototipe alat pengontrol dan monitoring suhu untuk tanaman.

Sebenarnya saya tidak menyanggupi karena kesibukan dan keterbatasan waktu takutnya tidak bisa menyelesaikan proyek ini, namun karena niat ingin membantu teman yang ingin menyelesaikan tugas akhirnya dan sekalian bernostalgia dengan dunia yang saya senangi, akhirnya saya terima tantangan ini.  

Untuk ini pada tulisan ini, akan dibagi menjadi 3 langkah cara kontrol dan akuisisi data suhu menggunakan mikrokontroler.

1. Perancangan Sistem Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler

Disini, karena memang alatnya masih dalam proses pembuatan / pengerjaan maka akan saya jelaskan secara umum sistem kerja dari alat ini, alat ini menggunakan mikrokontroler AVR Atmega 8535 sebagai controller utam.

Dengan input berupa 4 buah sensor suhu LM 35, dan output berupa rangkaian kontrol Motor induksi yang digunakan sebagai pompa yang  menyiramkan air untuk menjaga kestabilan suhu ditambah lagi alat terhubung dengan pc / laptop (interfacing)  yang memungkinkan kita bisa memonitoring suhu ruangan secara real –time.

Selain itu, dengan alat  ini kita juga dapat mengambil atau mengakuisisi data suhu tersebut, jadi dapat dikatakan sistem ini sudah mendekati sistem SCADA (supervisory Control And Data Aquitition).

 
Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler
Blok Diagram
 Sebagai diagram blog kontrolnya dapat kita sederhanakan menjadi seperti berikut:

Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler
Diagram blok kontrol / pengendalian Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler


      Jadi secara umum sistem ini menggunakan mikrokontroler sebagai controller utamanya yang kemudian akan berkomunikasi dengan PC / laptop dengan Visual Basic sebagai software interfacing dan HMI nya serta port serial sebagai jalur komunikasinya.

 

2. Perancangan Hardware Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler

Sesuai dengan sistem cara kerja alat yang kita rancang. Maka kita memerlukan untuk menghubungkan komponen - komponen yang sudah disiapkan ke dalam peralatan.

Kita hubungkan input mikrokontroler ke sensor yang kita gunakan dalam hal ini kita menggunakan sensor suhu LM 35.

Perancangan hardware cara kontrol dan akuisisi data suhu menggunakan mikrokontroler. picture source: cdn.instructables.com

Lalu kita hubungkan output mikrokontroler dengan relay. Relay ini nanti akan kita manfaatkan kontak bantunya dengan menghubungkan kontak bantu relay dengan motor induksi yang akan menggerakkan pompa.

Sebagai jalur komunikasi antara mikrokontroler dan komputer / laptop. Kita menggunkan komunikasi serial. Kita memerlukan membuat rangkaian converter serial yaitu menggunakan IC max 232. Sehingga mikrokontroler ATMEGA 8535 dapat berkomunikasi dengan komputer.
 

3. Perancangan Software Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler

Setelah perancangan hardware kita lakukan. Kita lanjutkan ke proses selanjutnya yaitu perancangan software atau perancangan program.

Pada perancangan program ini, akan dibagi menjadi 2 langkah: yaitu perancangan program mikrokontroler dan yang kedua perancangan program untuk Human Machine Interface (HMI) dalam hal ini kita menggunakan visual basic.

- Perancangan program mikrokontroler

Setalah input dan output telah terhubung dengan mikrokontroler. Kita perlu memprogram mikrokontroler agar dapat menjalankan perintah sesuai dengan yang kita inginkan.

Saya menggunakan compiler Bascom AVR yang berbasis bahasa basic, teman - teman pembaca dapat menggunakan compiler lain sesuai dengan dasar bahasa pemroggraman yang dikuasai. Misal codevision AVR yang berbasis bahasa C.

Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler
Tampilan program basic compiler (bascom AVR) yang akan kita gunakan untuk memprogram kontrol suhu dan akuisisi data mikrokontroler. pict source: https://ru.wikipedia.org/wiki/Bascom-avr

Kita rancang program, dimana nilai suhu dari sensor LM 35 akan dibaca oleh mikrokokntroler dan nilai tersebut akan dikirim ke PC melalui komunikasi serial.

Selain itu kita juga program agar jika nilai suhu yang terbaca oleh sensor melebihi setpoint maka output mikrokontroler akan mengaktifkan relay dan pompa berjalan.

- Perancangan program visual basic 

Setalah memprogram mikrokontroler, kita perlu membuat Human machine interface (HMI) agar komputer / laptop dapat menampilkan nilai yang diberikan oleh mikrokontroler melalui komunikasi serial.

Dalam kesempatan kali ini saya menggunakan visual basic, teman - teman bisa menggunakan visual C atau Delphi sesuai selera masing - masing.

Cara Kontrol dan Akuisisi data Suhu menggunakan Mikrokontroler
Tampilan program visual basic

Pada program visual basic ini, kita akan merancang sebuah tampilan nilai suhu per menit (akuisisi data). Sehingga kita dapat melakukan trending kenaikan ataupun penurunan suhu yang terjadi.


      Sekian dulu teman sebagai pembuka untuk penjelasan yang lebih teknis yaitu berupa rangkaian serta programnya akan saya tulis dibagian kedua tetap dalam seri cara kontrol dan akuisisi data suhu menggunakan mikrokontroler.

Kamis, 14 Maret 2013

Welcome Speech a.k.a [Pecah Telok] Blogger Wongkito

Setelah cukup lama menjadi silent reader di milis dan komunitas blogger wongkito palembang (sebutan untuk komunitas blogger palembang) akhirnya saya memutuskan untuk aktif bergabung di komunitas ini, nah ternyata sesuai tradisi di komunitas ini disetiap anggota baru diwaibkan untuk mengikuti prosesi pecah telok yaitu semacam prosesi pekenalan / welcome speech ( atau bisa dibilang juga perpeloncahan :) ) dimana setiap anggota baru diharuskan untuk memperkenalkan diri dengan cara yang gak biasa bisa dengan puisi, video, animasi, cerpen, pantun dan hal hal lainnya dari yang nyata sampai yang absurd sekalipun.

Awalnya ingin membuat film pendek berhubung bukan seorang movie director maka niat itu pun diurungkan , lalu pengen mencoba membuat animasi, setelah bersusah payah membuatnya berhari - hari animasinya gak lebih dari boneka kucing dengan tangan yang melambai-lambai yang biasa dipajang di toko - toko cina, dan niat itupun saya urungkan, lalu timbul ide ketiga membuat cerita perkenalan yang dibuat dalam bentuk komik, tapi sampe sekarang belum kesampaian, dan pada akhirnya back to nature saya gunakan budaya asli palembang sendiri yaitu berpantun dan berdendang.

Let me show you! check it out..


Iwak kembung disantap pake nasi
muat kito nak nambah lagi
Berhubung ado salah persepsi
yuk kito kenalan lagi

Mancing kakap di kalidoni
Naek katek sampe ke musi
Semoga di thread kali ini
Dak katek salah lagi

Assalamualaikum
Dulur..dulur wong kito yang belagak – belagak dan cindo - cindo
Salam kenal galo – galo,

Sebelumnyo ijin bepantun sambil bedendang:
Mang mamad lakinyo cek ririn
Meli sagu di lemabang
Kenalke namoku Muhammad aldrin
Blogger baru dari pelembang

 Sungi musi sungi yang panjang
Dari gandus sampe ke sungsang
Maksud hati pengen kenalan
Dengan mangcek bicek sekalian
 
Makan tekwan make kua laksan
Abis itu makan lenggang
Pengen nian nak nambah kawan
Sambil ngeluaske pengetahuan

Sekali lagi untuk mangcek bicek penghuni grup wongkito.net salam kenal dan bekawan, namo aku Muhammad Aldrin Julianto, tapi cukup panggil be adin masih mudo baru 23 tahun, mulai tigo tahun yang lalu mulai belajar nge-blog, alesan nge- blog tu agak filosofis sedikit, nak mempraktekke ucapannyo wong bijak zaman dulu ”Ilmu itu ibarat keledai, maka ikatlah ia dengan tulisan”, Nah dari pepatah itulah akhirnyo pengen nge-blog dan jadi kebiasaan sampe mak ini ari. Hehehe...

Namatke sekolah dari SD sampe kuliah di sumatra selatan inilah, SDN 49 terus SMPN 7 lanjudke SMA Muhammadiyah 1 lalu Teknik Elektro Universitas Sriwijaya lulus tahun 2011 akhir, aktifitas sekarang begawe di PT. Pupuk Sriwidjaja palembang.

Awal perkenalan dengan wongkito:
Cerito sedikit ye:

Pas masa – masa akhir kuliah, tau dewek kan, nak nemui dosen untuk bimbingan, ditolak terus untung dak ditendang, pengen bejalan nyari gebetan, isi dompet pas pasan, men uji kato wong tu, men tiap jingok isi dompet mencak ngiris bawang (keluar dewek banyu mato…) 

Ujung – ujung nyo manfaatke hotspot grarisan dikampus nyari lokak eksis, eh tibo – tibo nemu acara Blogilicious (awalnyo mikir, acaro apo nian ini ui) yang di adoke oleh IdBlognetwork featuring Wongkito.net plus sponsor – sponsor pendukung lainnyo,  tapi berhubung di pampang besak – besak di pamflet tu FREE a.k.a gratis sudah dak mikir panjang lagi, langsung daftar.
Tibo di hari H, digedung Telkom yang megah, disambut oleh panitia yang cantik dan jelita, masih mudo – mudo pulo, pinter – pinter, cindo pulo (aku mesekke kawan aku yang naftar jugo, ai  pakam acara ni, mewah dapet baju pulok, panitianya belagak – belagak pulok)
Acara yang belangsung duo hari itu bejalan lancar, dan sampe sekarang aku masih inget materi – materinyo, ado tentang teknik SEO, ado tentang blog monetizing, etika blog, Template design, Hacking, pokoknyo mantep – mantep lah materinyo, dak nyesel nian singgohnyo datang duo hari itu, kalu pacak nambah hari malah…
Nah, apo faktor abis melok acara itu, tibo – tibo dosen pembimbing yang biasonyo garang ngajak bekawan, nah laju mulai fokus nak ngaweke skripsi, pengen cepet lulus dan befoto make toga…
Dan mulai saat itu agak lupo dengan kegiatan nge-blog nah sekarang la lebih setahun setelah tamat kuliah pengen aktif lagi nge blog dan nak nambah kawan berharap pacak gabung dengan komunitas ini Blogger wongkito Palembang.


Harapannyo thread pecah telok ini pacak diterimo samo mangcek bicek sekalian,
Salam kenal
Assalamualaikum..

Twitter: @all_drin
Fb: Muhammad Aldrin
Line id: aldrin.

Kamis, 28 Februari 2013

A Great Story : Gadis Pantai


Title : Gadis Pantai
Author : Pramoedya Ananta Toer
Pages: 231
Publisher : Lentera Dipantara


Gadis pantai merupakan salah satu buah karya Pramoedya ananta toer, sastrawan Indonesia yang pernah masuk nominasi peraih Nobel sastra dunia, The San Fransisco Chronicle Magazine mengatakan Pramoedya Ananta Toer selain seorang pembangkang paling masyhur adalah juga Albert Camus-nya Indonesia. Kesamaan terdapat di segala tingkat, belum lagi kemampuannya mengkonfrontasikan berbagai masalah monumental dengan kenyataan kesehari-harian yang paling sederhana.

Seperti Novel – novelnya sebelumnya, Gadis pantai merupakan sebuah novel yang mengkritik,novel yang menentang, sebuah kisah  perlawanan, perlawanan terhadap budaya feodal, perlawanan terhadap diskriminasi, perlawanan atas nama kemanusiaan. Melalui Gadis Pantai, Pram coba mengingatkan kita bahwa ”tugas utama manusia adalah menjadi manusia”

Gadis Pantai berkisah tentang seorang gadis kampung nelayan, miskin, tak berpendidikan, yang mendadak menjadi selir seorang bendoro, Priyayi kota. Ia menjadi seorang Mas Nganten, nyonya seorang bangsawan, bergelimang dalam kemewahan yang tak pernah ia rasakan dan bayangkan sebelumnya.

Bukan hanya kehidupannya yang berubah, perlakuan orang terhadapnya pun berubah, ia yang dulu terbiasa di perintah sekarang harus memerintah, bahkan bapak dan ibunya pun tak berani menatap wajahnya ketika bicara. Dilain pihak ketika berhadapan dengan bendoro beserta keluarganya ia tetap harus takluk, mengabdi menjaid sahaya yang tak mempunyaihak apapun kecuali diperintah.

Kontradiksi perlakuan inilah yang akhirnya menimbulkan sebuah keberanian, sebuah perlawanan, dan puncaknya ketika sang Bendoro menceraikan si gadis pantai karena melahirkan seorang anak perempuan dan memaksa Gadis pantai untuk meninggalkan sang anak yang baru berumur tiga bulan untuk diasuh oleh sahaya – sahaya berndoro.

Pram dengan bagus menuturkan kisah pergulatan batin sang Gadis kampung nelayan yang tiba – tiba menjadi seorang bangsawan ini. Dengan gaya bertutur dan alur cerita khasnya Pram sebagai Humanis sejati kita seolah diajak untuk Rethinking of Humanity.

Lastly, Gadis Pantai baik itu sebagai sebuah karya sastra atau cerita sejarah sangat pantas untuk dibaca dengan berbagai karena. Karena ia sebuah cerita tentang perjuangan akan nilai – nilai kemanusiaan. Karena ia merupakan karya yang akan membuat kita berani untuk menggugat kemapanan kebiasaan. Karena ia mengingatkan tugas utama kita sebagai seorang manusia yaitu untuk menjadi manusia.

Kamis, 21 Februari 2013

Romantisme Soekarno


Siapa yang tidak mengenal Soekarno atau yang biasa disapa Bung Karno, ia seorang orator ulung, negarawan handal, pemikir yang luar biasa, pemimpin dengan konsepsi. Karyanya baik dalam bentuk buku, essay, pidato serta konsepsi – konsepsi beliau masih menjadi topik diskusi yang selalu menarik untuk di diskusikan. Sampai Muhammad Hatta mengatakan “Kalau bung karno sedang ber pidato diatas panggung, maka tidaklah cukup bagi pendengarnya  sekedar bertepuk tangan”.


Namun ada sisi lain dari kehidupan Bung Karno yang jarang sekali diperbincangkan, ya .. Romansa beliau, bagaiman romantisme beliau terhadap istri – istrinya. Bung Karno memang seorang pencinta sejati, pencinta keindahan.

Berikut  kutipan – kutipan kata – kata Bung Karno (BK) yang mewarnai Romantisme kisah cintanya:

Always thinking of you, but impossible to meet you. For the time being physically I’m not near you, but my heart is with you. Love -  Surat BK ke Yurike

Ikutlah bersamaku. Terbang bersama aku. Tetaplah jadi kekasihku - petikan secarik kertas dari BK ke Kartini Manoppo. ketika diatas pesawat

Engkau menjadi terang dimataku. Kau yang akan memungkinkan aku melanjutkan perjuanganku yang maha dasyat - Surat BK kepada Fatmawati

Ia merayuku lagi dan aku pun peka. Dia ulangi kata sukanya padaku. Kurasakan tenaganya. Bibirnya mendekat. Aku ditarik - Inggit tentang BK

Dari ribuan dara di dunia. Kumuliakan engkau sebagai dewiku. Kupuja dengan nyanyian mulia, kembang & setanggi dupa hatiku - Surat BK ke Fatmawati

Dewi sayangku, Segera sesuatunya aman, saya akan kembali ke Jakarta. Saya tetap memikirkanmu. 1000 cium - Surat BK ke Ratna Sari Dewi

Mengapa engkau marah pada saya? ini membuatku sedih & putus asa. Kekasih, tenanglah. Dewi manis, tenanglah. - Surat BK ke Dewi yg ngambek

Sudilah menjadi sumber kegembiraan saya. Kebahagian saya, sumber kekuatan saya. Sumber ilham saya. - surat pinangan BK ke Ratna Sari Dewi

Yuri darling, I’m so glad that you are back again. Did you enjoy your visit to Hongkong ? did you think of me there? - Surat BK ke Yurike Sanger

Ketika aku melihatmu untuk kali yang pertama, hatiku bergetar. Mungkin kau pun mempunyai perasaan yang sama - ( Surat lain BK ke Hartini )

Tuhan telah mempertemukan kita Tien, dan aku mencintaimu. Ini adalah takdir - Surat pertama Bung Karno kepada Hartini

Fatma yang menyinarkan cahaya. Terangi selalu jalan jiwaku supaya sampai dibahagia raja. Dalam swarganya cinta kasihmu - Surat BK ke Fatmawati

Dear Dik Heldy, I’m sending you some dollars, Miss Dior,Diorissimo. Of course, also my love " Mas" - surat cinta Bung Karno ke Heldy Djafar


Istri dapat memaafkan perbuatan suami yang salah. Tetapi mengenai affair dengan wanita lain. Dia tak pernah melupakan - Nasehat BK ke ajudan

Sukarno : sekali suami tidak mengakui hubungan asmaranya dg wanita lain. Sebaiknya ia berbohong untuk selamanya - nasehat BK kepada ajudan

Seorang wanita yg dilimpahi aliran cinta bergelora harus tabah menyaksikan padamnya api asmara takala Sukarno terpikat wanita lain – Hartini

" Cintamu yang selalu menjiwai rakyat. Cinta Fat " - Pesan Fatmawati pada karangan Bunga di hari kematian Bung Karno

Terlepas dari perasaanku. Satu hal patut dipuji. Bung Karno tidak hipokrit - testimoni Fatmawati

Sebagai lelaki. Sukarno pandai mencurahkan perhatiannya secara utuh ke wanita yg dihadapinya & wanita merasa sbg satu2nya - testimoni ajudan

Cintanya kepada wanita yg cantik adalah beban bagi saya. Walau saya berusaha menerima dia sebagaimana adanya. - Pengakuan Hartini ttg BK


Senin, 18 Februari 2013

Penggunaan Earth Tester dalam Teknik Pertanahan (Grounding)


Mungkin teman – teman pernah merasakan sengatan listrik ketika menyentuh cover / casing komputer dirumah atau ketika plug / unplug flashdisk dari laptop, mungkin anda bingung kenapa bisa kesetrum padahal hanya memegang casing atau hal yang tidak berkaitan langsung dengan listrik, jawabannya karena ada lompatan listri yang terjadi, walaupun kecil cukup memberikan efek kejut yang lumayan. Lalu bagaimana agar kita dapat terhindar dari hal tersebut, sebenarnya mudah jika dalam hal kecil seperti diatas tinggal meletakkan laptop / komputer anda diatas tikar / ambal / dll untuk menetralkan lombatan listrik dalam skala kecil.

Penjelasan diatasa hanya sekedar introduction karena dalam tulisan ini akan sedikit menjelaskan tentang sistem pertahanan dalam skala yang cukup besar yang sering digunakan dalam skla industri. Sebelum membahasa lebih jauh alangkah baiknya kita mngetahui pengertian grounding / sistem pertanahan.

Grounding / pertanahan merupakan suatu sistem pengamanan terhadap perangkat – perangkat yang menggunakan listrik sebagai sumber tenaga dari lompatan listrik atau juga proteksi terhadap samabaran petir.

Ground resistance adalah nilai tahanan yang dimiliki tanah untuk menerima loncatan listrik dari suatu perangkat atau petir, ground resistance yang baik adalah lebih kecil dari 10 Ohm.

Dan salah satu alat yang dapat kita gunkan untuk mengukur  nilai ground resistance ialah earth tester, earth tester merupakan measurement equipment yang terdiri dari beberapa display dan socket untuk pengukuran, pada umumnya terdiri dari tiga socket terminal:
E = Earth Plate
P = Potential Spike
C = Current Spike


 

Jadi terminal E dihubungkan dengan terminal ground yang akan kita ukur, lalu terminal P ditanam membentuk garis laris dari terminal earth plate (E) sejauh 5 meter dan terminbal C segaris lurus dengan terminal E dan P, jaraknya 5 meter dari terminal P.

Konfigurasi telah selesai, lau tekan tombol hunting (push on) maka jarum galvanometer akan bergerak dan putar selector nilai tahanan sampai jarum di galvanometer menunjukkan angka nol dan nilai pada selector itulah yang merupakan nilai tahanan ground yang ada.




Semoga bermanfaat.

Kamis, 24 Januari 2013

5 cm


“Sebuah Narasi lakonik yang bercerita tentang mimpi – mimpi, persahabatan dan cinta, serta musuh – musuh mereka”




Diakhir Desember dan diawal januari, penikmat film tahah air disuguhkan sebuah tontonan berkualitas yang berbeda, out of mainstream dari film Indonesia yang sudah – sudah, dan wajar jika popularitas dan jumlah penonton film ini cukup fantastis sebelum ditenggelamkan oleh film extraordinary lainnya Habibie & Ainun.

Yang menjadi menarik disini, seperti film – film yang diadaptasi dari novel, seringkali mengundang ketidakpuasan dari orang yang pernah membaca novelnya (fortunately, menurut data tidak banyak orang Indonesia yang mempunyai hobi membaca). Saya kira masih dalam skala wajar untuk case film ini, karena kita dapat mendeskripsikan imajinasi kita melalui tulisan, kita dapat membuat dunia baru dari sebuah tulisan, namun tidak semua yang kita tuliskan dapat divisualisasikan, right! Seperti kata Einstein “imagination is more important than knowledge”

Novel yang berkisah tentang tongkrongan sekumpulan anak muda, 5 sahabat; Genta, Riani, Zafran, Arial, dan Ian yang memulai kisah pesahabatan mereka dari SMA dan berlanjut hingga mereka mulai satu persatu menamatkan sekolah mereka di jenjang universitas, namun persahabatan tersebut tetap terjalin. Dari nongkrong gak jelas dimalem minggu, tidur – tiduran di trotoar, dari diskusi musik sampe ranah politik dan berbagai macam hal lainnya dari yang wajar sampai dengan skala absurd.  That’s friendship.

Arial yang sporty dengan sifat cuek dan coolnya. Genta, The leader, orang yang sangat care dengan orang lain dan bisa dibilang lebih mementingkan orang lain dari dirinya sendiri dan Genta juga merupakan secret admire nya Riani. Riani, cewek satu-satunya dalam tongkrongan ini, sedikit serius, berwawasan luas dan Cantik. Zafran, pujangga paruh waktu, yang selalu mencoba untuk romantis dan puitis, yang sering menjadi bahan tertawaan teman – temannya, dan terakhir Ian, cowok gendut yang masih berusaha menyelesaikan study nya karena sudah mempunyai adik tingkat lima angkatan.

Yang timbul dari persahabatan ini bukan hanya rasa kesetiaan yang muncul namun juga sebuah hati, sebuah cinta seperti rasa yang dipendam oleh Genta kepada sahabat dekatnya Riani, Zafran kepada Dinda, saudara kembarnya Arial.

Sampai pada akhirnya, kelima sahabat ini terlibat dalam suatu pertualangan heroik dan menegangkan dalam upaya mereka untuk mencapai puncak tertinggi di pulau jawa, Mahameru.

Sebuah kisah yang luar biasa inspiratif, bukan hanya tentang persahabatan, bukan hanya tentang cinta, juga rasa kebanggaan akan tanah air, nasionalisme, kesetiaan, struggle, perjuangan terhadap mimpi – mimpi.

Tidaklah cukup mungkin bagi saya untuk mendeskripsikan kisah ini dalam tulisan singkat ini, saya sangat merekomendasikan bagi temen – temen untuk membaca Novel ini, atau bagi yang tidak terlalu suka membaca, tetap cobalah untuk membacanya, ^_^ atau mencoba untuk menonton filmnya.

 

“…Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung, mengambang di depan kening kamu. Dan sehabis itu yang kamu perlu Cuma...

Kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat keatas...

Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja...

Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya...

Serta mulut yang akan selalu berdoa....”

Yang bisa dilakukan seorang mahluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpi mereka dan keyakinannya adalah mereka hanya tinggal mempercayainya
(5 cm)

Senin, 21 Januari 2013

My First Experience: “Debate”



 “The honourable of adjudicator and all  members of this house, Good Afternoon, I’m as third speaker as positif team wanna rebuilt the statement start from the first spearker till the second speaker of negative team ….”

Sebuah pengalaman yang mungkin tidak akan pernah terlupakan, saat pertama diminta untuk mewakili English class saya untuk ikut debate competition, ada sebuah ungkapan “better late than never” , benar lebih baik telat mencoba daripada tidak sama sekali, karena secara status, saya sudah mnyelesaikan study saya di jenjang universitas, namun baru mencoba untuk mengikuti debate competition dilembaga English course yang didominasi mahasiswa dan pelajar.

Dengan bahasa inggris yang masih terbata – bata saya mencoba memberanikan diri untuk terus memberi statement dan membantah statement dari pihak opponent, belum lagi harus menjawab pertanyaan dan interruption dari audiens lainnya, entah apakah mereka mengerti dengan penjelasan yang saya berikan (what the hell I talked).

Berbicara didepan banyak orang dengan bahasa yang tidak terlalu dimengerti merupakan suatu tantangan tersendiri, bagaimana ketika kita ingin menyampaikan sesuatu namun kita tidak tahu apa yang harus kita katakan, could  you imagine? Namun , saya berterima kasih kepada Tuhan telah memberikan kesempatan bagi saya untuk belajar dan terus belajar hal – hal yang baru.

I have no special talent, I am only passionately currios, seperti kata Albert Einstein. Berbekal petuah tersebut yang bisa saya lakukan adalah mencoba mempersiapkan diri sebaik mungkin, prepare and prepare.

Dan akhirnya ketika proses debate selesai, dan it’s time for adjudicator to announce the winner, dan unbelievable, my team got the winner.

A simple experience, but  hard to forget it.

Saya cuma ingin katakan kepada temen – temen, jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru, jangan pernah berkata, “oh, aku gak bias” , “aku belum punya pengalaman”, “mereka lebih hebat dari saya” ,  karena seperti sebuah ungkapan, “whether you believe you can or whether you believe you can’t… you are absolutely right!” . 


Rabu, 02 Januari 2013

I'm dream chaser

"Kuberi satu rahasia padamu kawan!, buah paling manis dari bermimpi adalah kejadian- kejadian luar biasa dalam proses menggapainya" 
(Andrea Hirata)




Menurut rekaman sejarah, Albert Einstein ilmuawan terbesar abad ini pernah dianggap bodoh ketika mengatakan impiannya "saya ingin mengendarai cahaya", namun sejarah menjawab, sekarang siapa yang meragukan Einstein dengan keilmuannya dan salah satu gagasannya yang paling terkenal adalah mengenai cahaya. Banyak orang - orang besar lainnya yang juga diabadikan dalam sejarah mempunyai impian - impian besar seperti juga kita,dalam lirik Imagine, John Lennon berkata "you may say im a dreamer but I'm not the only one". Ya, semua dari kita pastinya mempunyai impian - impian, harapan, cita - cita namun apa yang membuat kita dan orang - orang yang berhasil menggapai impian - impiannya, ya jawabannya simple, seberapa serius kita dengan mimpi - mimpi kita?
Tepat satu tahun yang lalu dalam tulisan wishlist things, saya tuliskan target - target yang ingin saya capai pada tahun 2012, memang tidak semua target yang tertulis dapat dicapai namun tetap ada rasa bangga, setidaknya saya sudah berjuang untuk mimpi - mimpi itu.



Ditahun 2013
wishlist things edisi revisi, akan saya paparkan disini sebagai alarm pengingat bagi saya, kalau saya punya mimpi-mimpi dan target yang harus saya capai.

1. Nikon Dslr D800
2. Macbook Pro
3. Mobil Second


wishlist buku:
Tiap bulan membaca minimal  4 buku

wishlist karir

Selama 2013, pengennya cari ilmu dan pengalaman di tempat kerja sambil cari kesempatan untuk move ketempat kerja baru yang sesuai dengan passion saya

Ngelanjutin cari beasiswa untuk ngelanjutin study S2 ke Max Planck Institute.
Startup jadi Entrepreneur

 

Yang bisa dilakukan seorang mahluk bernama manusia terhadap mimpi - mimpi dan keyakinannya adalah mereka hanya tinggal mempercayainya